Sejarah, Peradaban, Seni, Kuliner, dan belanja
By Her Suganda
Inilah buku panduan lengkap aneka destinasi wisata Bandung dan sekitarnya,
yang mengungkap sisi-sisi Kota Kembang dan sejarahnya yang jarang terungkap dalam buku-buku panduan wisata lain.
Mulai dari sejarah Dataran Tinggi Bandung, kisah pertahanan terakhir Hindia Belanda, gedung-gedung tua sebagai saksi sejarah, factory outlet, distro, menjamurnya tempat makan dan jajan, termasuk kerajinan tangan dan makanan khas Bandung. Di zaman Belanda ada pemeo, “Jangan mati sebelum kau pergi ke Paris-nya Jawa,”dalam buku Her Suganda ini, bagian-bagian menarik Bandung baheula dan Bandung kiwari disajikan lewat sebuah jendela.
Buku ini sangat bagus dimiliki oleh siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai Bandung.
Twilight adalah novel roman karya
Stephenie Meyer yang berkisah tentang hubungan asmara antara
vampir dan
manusia. Novel ini telah diadaptasi dalam bentuk layar lebar dengan judul yang sama. Novel ini menceritakan tentang Bella Swan seorang gadis asal
Arizona yang pindah ke
Forks untuk tinggal bersama ayahnya. Bella mendapat banyak perhatian dari para pemuda dan teman-teman baru di sekolah barunya.
Bella mulai mengenal
Edward Cullen pada hari pertama sekolahnya, namun tidak ada sambutan hangat yang diberikan oleh Edward kepada Bella. Bella yang tidak mengerti mengenai
Edward Cullen serta kemampuan-kemampuan mistisnya bertanya kepada sahabatnya
Jacob Black. Bellapun mengetahui bahwa sesungguhnya Edward adalah seorang vegetarian vampir, mereka tidak memangsa manusia namun memangsa hewan. Edward dan Bella mulai saling terbuka dan mereka jatuh cinta.
Hubungan mereka diuji ketika datang vampir dari suku lain ingin memangsa Bella. James ingin memangsa Bella, namun hal itu digagalkan oleh keluarga Cullen. Mereka sudah menganggap Bella sebagai bagian dari keluarga Cullen, sehingga mereka melakukan berbagai usaha untuk menyelamatkan Bella. Setelah kembali ke Forks, Bella dan Edward menghadiri pesta prom nite. Bella mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang vampir tetapi Edward menolaknya.
Pride and Prejudice adalah sebuah novel oleh Jane Austen, pertama kali diterbitkan pada 1813. Cerita berikut karakter utama Elizabeth Bennet saat ia berurusan dengan masalah tata krama, pendidikan, moralitas, pendidikan dan perkawinan dalam masyarakat dari tuan tanah awal abad ke-19 Inggris. Elizabeth adalah anak kedua dari lima anak perempuan seorang pria negara, tinggal dekat kota fiksi Meryton di Hertfordshire, dekat London.
Meskipun cerita ini ditetapkan pada pergantian abad ke-19, ia tetap daya tarik bagi para pembaca modern, terus di dekat bagian atas daftar "buku yang paling dicintai 'seperti The Big Baca. Hal ini telah menjadi salah satu novel paling populer di sastra Inggris, dan menerima perhatian dari para sarjana sastra. Bunga modern dalam buku tersebut telah menghasilkan sejumlah adaptasi yang dramatis dan berlimpahnya novel dan cerita meniru karakter yang mudah diingat Austen atau tema. Untuk saat ini, buku ini telah terjual sekitar 20 juta kopi di seluruh dunia.
(ELEXMEDIA) Menurut riset di Amerika, ternyata dari merek-merek yang diluncurkan pertama kali, sebesar 95% gagal di pasar! Sedangkan Philip Kotler mengatakan: ”Saya kecewa sekaligus terkejut karena ada begitu banyak produk baru yang gagal di pasaran. Jumlah ini terus meningkat. Rata-rata sekitar 80% dari produk consumer good baru gagal, dan 30% dari penawaran business to business baru mengalami kegagalan”.
Ternyata sebabnya adalah kesalahan-kesalahan kecil yang tidak diantisipasi bahkan dianggap remeh sekali, misalnya fitur produk tidak komunikatif, baik contex dan content-nya.
Buku ini bisa dikategorikan sebagai three in one karena memuat kiat mengelola supermarket, toko tradisional dan minimarket sekaligus. Masing-masing memiliki ciri khas atau seluk beluk sendiri. Anda bisa mengelola ketiganya, bisa juga memilih di antara ketiga usaha itu. Buku ini akan membahas: asal mula supermarket, penataan supermarket hingga detail-detailnya, penempatan staf, pengembangan SDM, pelayanan konsumen, kerja sama dengan mitra usaha, dan segala hal yang berkaitan dengan supermarket dapat anda simak. Demikian pengelolaan toko tradisional agar mendapat keuntungan besar seperti pemilihan lokasi, penggalian sumber modal, manajemen keuangan, peningkatan omzet, dan sebagainya. Dan yang terakhir, dapat anda simak pula kiat mengelola minimarket, kerja sama permodalan, termasuk mewaralabakan minimarket.
Anda pasti banyak mengambil manfaat dari buku ini, terlebih lagi yang memiliki sense of business tinggi. Kerja keras dan kreativitas anda akan membuahkan kesuksesan.
Cerita bermula pada tahun 1957, keluarga Dollanger, keluarga bahagia yang tinggal di Gladstone, Pennsylvania. Kisah ini diceritakan oleh Cathy yang berusia 12 tahun. Dia mempunyai 3 saudara kandung, Chris 14 tahun, si kembar Carry dan Corey yang keduanya berusia 5 tahun.. Mereka hidup bersama orangtua mereka, Corrine dan Chris. Chris adalah dokter yang cukup ternama di Pennsylvania. Pada ulang tahun Chris yang ke 36, Keluarga menunggu dengan cemas kedatangannya di di rumah, mereka berencana untuk pesta ulang thun kejutan. Akhirnya, pada sore harinya datang petugas polisi dan berkata kepada keluarga tersebut bahwa Chris meninggal dalam suatu kecelakaan mobil. Keluarga tersebut sangat terpukul terutama Cathy.
Ibu Cathy, Corrine, dalam situasi keuangan yang memcemaskan dan meminta kepada ibunya untuk membawa mereka (Corrine dan anak-anaknya) ke dalam kehidupannya. Ibu dari Corrine, Olivia, setuju untuk mengajak Cathy dan anak-anak ke dalam mansionnya. Sang nenek hanya setuju untuk mengajak mereka bila anak-anak tetap tinggal di loteng yang tersembunyi. Olivia tidak mau suaminya, Malcolm, tahu keberadaan cucunya. Norrine menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa sebenarnya orangtuanya sangat kaya dan tinggal di mansion yang bernama Foxworth Hall. Dia juga mengatakan kepada anaknya bahwa mereka tidak akan berjumpa dengan kakek dan neneknya karena mereka marah dengan keputusan sang ibu dan sudah tidak diakui ketika dia masih muda. Dia tidak diakui karena dia menikah dengan adik tiri sang ayah, Chris. Rencananya dia akan merebut cinta sang ayah kembali sehingga ia berhak memperoleh warisan yang berlimpah dan mengeluarkan anak-anak keluar dari loteng secepatnya setelah sang ayah meninggal.
Corrine berjanji kepada anak-anknya setiap hari tetapi lambat laun mengingkarinya, hingga pada suatu hari dia berhenti menemui anak-anaknya. Nenek mereka menyiksa secara emosional dan kata-kata setap hari. Dia menyebut mereka “telur iblis” dan “
sesuatu yang dibencidi mataTuhan”. Mereka ditakut-takuti setiap hari dengan ancaman bila tidak mematuhi perintahnya akan mendapat siksaan fisik yang mengerikan.
Ketika ibu mereka berhenti menengok mereka, Cathy dan Chris meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka sudah terperangkap di dalam loteng.Cathy memutuskan untuk terus berlatih balet (dia bercita-cita pada suatu hari menjadi ballerina yang terkenal). Chris mulai mempelajari berbagai macam buku yang dapat membantunya menjadi seorang dokter. Mereka mulai mengajari si kembar pelajaran sekolah, ini termasuk membaca, menulis dan matematika. Cathy dan Chris lambat laun tumbuh dewasa dan Cathy mulai ingin tahu mengenai tubuhnya sendiri. Sang nenek memergoki Chris sedang memandang tubuh telanjang Cathy pada saat dia berkaca di cermin. Sang nenek menyebut mereka pendosa dan membiarkan mereka kelaparan selama dua minggu. Setelah dibiarkan kelaparan selama dua minggu, Cathy dan Chris tetap menolak mengerjakan apa yang diharapkan sang nenek. Sebagai hukuman, Olivia memberikan tar pada rambut Cathy dan Cathy terpaksa memotong rambutnya. Olivia terus menghukum mereka dan membiarkan mereka kelaparan. Pada akhirnya Chris memutuskan untuk melukai lengannya dan membiarkan si kembar meminum darahnya, Cathy menangkap tikus dan mereka memakannya agar dapat bertahan hidup.
Pada akhirnya sang ibu muncul dan berkata bahwa dia telah menikah lagi dan masih dalam masa bulan madu. Seiring perjalanan waktu, Chris dan Cathy tertarik satu sama lain dan membuat rencana untuk kabur. Saudara tertua mulai membuat duplikat kunci milik ibunya yang terbuat dari kayu. Mereka kemudian mencuri sejumlah uang dari dari bompet ibunya sehingga mereka memiliki cadangan uang pada saat mereka kabur. Chris memergoki kebohongan Cathy, ketia ia selesai bercakap-cakap dengan Corrine dan suami barunya, dia melihat Cathy mencium ayah tirinya. Dengan amarah yang memuncak Chris memperkosa Cathy, kendati ke dua bersaudara itu saling mencintai satu sama lain.
Sesaat setelah peristiwa perkosaan itu, Corey, adik mereka, mendadak sakit Corrine berjanji bahwa dia akan membawa Corey ke rumah sakit. Setelah lama menunggu,ibu mereka kembali dan memberitahukan kepada merekabahwa Corey sudah meninggal. Setelah peristiwa tersebut, Chris memutuskan untuk mencoba mencuri uang dan perhiasan dari kamar ibunya. Dia melihat kenyataan yang mengejutkan bahwa ibu dan ayah tirinya telah keluar dari Foxworth Hall. Dalam perjalanannya kembali,, Chris memutuskan untuk bercakap-cakap dengan kepala pelayan, John Amos. Dari percakapan ini Chris mengetahui bahwa ibunya telah menggunakan arsenic di dalam makanan untuk diberikan kepada tikus-tikus yang ada di loteng. Dia juga diberitahu bahwa kakeknya, Malcolm, telah meninggal sembilan bulan sebelumnya. Merasa dikhianati, dia kembali ke loteng dan memberitahu Cathy semua hal yang diketahuinya dan percaya bahwa sang ibu berencana untuk membunuh adik mereka. Setelah tiga setengah tahun diperlakukan sebagai tahanan, mereka bertiga memutuskan untuk melarikan diri dari loteng. Setelah menaiki kereta, akhirnya Chris berkata kepada Cathy bahwa dia mengetahui lebih dari yang dia katakan sebelumnya. Selain dari yang dia lihat, dia juga juga tahu bahwa ibunya terdaftar dalam daftar warisan ayahnya, tetapi dalam surat warisan itu dinyatakan bila ia memiliki anak dari putra sulungnya, dia akan kehilangan hak warisnya dan tidak diakui sekali lagi. Chris dan Cathy memutuskan untuk tidak pergi ke kantor polisi karena kuatir akan ditempatkan di panti asuhan dan dipisahkan satu satu sama lain. Mereka akan berjuang sendiri di Sarasota, Florida. Dalam perjalanan ke Florida, Cathy berjanji pada dirinya sendiri bahwa pada suatu hari ia akan membalas dendam kepada ibunya dan neneknya.
Dilihat dari sisi kedekatan dengan profesi saya yang banyak bergerak dibidang corporate performance management, buku ini merupakan yang paling aplikatif dan banyak membantu saya dalam menyelesaikan pekerjaan. Buku yang ditulis oleh Kaplan dan Norton (pencipta Balanced Scorecard) ini memberikan arahan yang jelas tentang bagaimana melakukan proses mapping strategy secara efektif dan komprehensif. Isinya sangat aplikatif dan menawarkan banyak contoh riil strategy map yang sangat membantu kita dalam memahami dan mengimplementasikan strategi.
Demikianlah lima buku strategy yang kira-kira layak dikategorikan sebagai the best strategy books. Kalaulah sampeyan belum sempat membacanya, silakan luangkan waktu sejenak untuk mencoba menekuni buku-buku bagus ini.
Henry Mintzberg, salah satu penulis buku ini merupakan penulis yang layak dikagumi. Gaya menulisnya indah dan tajam, gabungan khas antara dunia manajemen, sosiologi dan sedikit sentuhan estetis sastra. Buku strategi yang ditulisnya ini mengajukan sebuah premis penting: proses permusan strategi bisnis sejatinya tidak berjalan secara linear mengikut pola yang runtut dan baku; namun benar-benar bersifat random dan tak terduga. Buku ini tak pelak mencoba menawarkan sebuah pendekatan yang dekat dengan realitas keseharian para eksekutif bisnis; dan itu memberikan sebuah cerminan yang saya kira lebih realistik mengenai praktek manajemen strategi.
Buku yang menjadi best seller dimana-mana ini memang menyajikan sebuah gagasan yang cerdik. Saya suka dengan analisanya mengenai strategy canvas yang membantu kita untuk mendeteksi seberapa merah samudera bisnis yang tengah kita geluti. Analisanya mengenai Four Action Framework juga sangat aplikatif dan memudahkan kita untuk mengidentifikasi blue ocean market yang potensial untuk kita selami.
buku ini mungkin sudah terlanjur menjadi semacam kitab suci bagi para business strategic thinkers. Dan penulisnya, Michael Porter juga telah dinisbatkan menjadi sang dewa strategi. Melalui bukunya ini, Porter – yang berlatar belakang ekonomi industri – memang telah meletakkan dasar yang amat penting bagi pertumbuhan ilmu manajemen strategi di kemudian hari. Ajarannya tentang five competitive forces dan competitive strategy model telah menjadi rujukan dimana-dimana. Meski telah banyak dikritik (lantaran pendekatannya dianggap terlalu statis) buku ini tak pelak merupakan salah satu buku terpenting dalam ranah ilmu strategi.
Dibanding empat buku strategi yang saya sebut disini, saya merasa buku inilah yang terbaik. Isinya sangat ekspansif, disusun dengan ragam ilustrasi yang amat kaya, dan menguraikan dinamika kompleksitas strategi bisnis dengan sangat mengesankan. Koherensi gagasan dan kedalaman analisanya saya kira lebih cemerlang dibanding buku-nya Porter dan bahkan lebih solid dibanding Blue Ocean Strategy. Saya membaca buku ini pertama kali sekitar 15 tahun silam ketika masih duduk dibangku kuliah; namun minggu lalu buku ini saya baca lagi, dan oh man, isinya masih sangat relevan dengan dunia kita saat ini.
Kekuatan utama buku ini mungkin terletak pada isinya yang berdasar pengalaman yang amat kaya dari penulisnya, Jack Welch – bos GE dalam era sepanjang 1981 – 2001, seorang praktisi manajemen yang pernah dinobatkan oleh majalah BusinessWeek sebagai salah satu Best CEO in Century. Jack ternyata bukan hanya seorang great CEO. Melalui buku ini, ia dengan amat lugas dan brilian membagi serangkaian gagasan dan pengalamannya bagaimana seharusnya mengelola bisnis dan manajemen. Secara ekspansif ia mengeskplorasi tema-tema penting dalam praktek manajemen, seperti bagaimana cara terbaik mengelola great people dan juga bagaimana strategi mengembangkan future leaders.
Kedalaman analisa, gaya penulisan yang inspiratif serta kekuatan pengalaman yang solid tak pelak telah membuat buku ini sebagai salah satu karya yang mungkin akan tetap dikenang dalam waktu yang amat panjang di era mendatang.
Satu lagi buku klasik yang ditulis pada tahun 1960 oleh seorang tokoh raksasa dalam bidang psikologi organisasi. Isinya berfokus pada pada sebuah isu penting dan tetap relevan hingga saat ini, yaitu : bagaimana menstimulasi potensi yang paling optimal dari seorang insan sehingga ia mampu tumbuh menjadi individu yang
happy, productive dan satisfied. Dan sungguh, tema fundamental semacam ini pasti akan terus relevan hingga peradaban manusia masih eksis. Kini kian banyak buku manajemen praktis tentang people management. Namun buku yang ditulis lebih dari 40 tahun silam ini rasanya tetap yang terbaik dibanding ribuan buku serupa yang diterbitkan kemudian hari. Dan bagi Anda yang ingin mendalami “human side of enterprise” secara bening dan inspiratif, buku ini mestinya tidak boleh dilewatkan.
Josep Juran – penulis buku ini – dan juga Edwards Deming acap disebuat sebagai Duet Guru Mutu yang paling berpengaruh dalam era manajemen modern. Dan predikat itu rasanya tetap relevan hingga hari ini.
Juran melalui bukunya yang fenomenal ini memberikan eksplanasi yang menyeluruh dan mendalam mengenai apa itu manajemen mutu, serta bagaimana aplikasinya dalam strategi bisnis. Buku ini telah memberikan sumbangan yang amat berharga bagi sejarah dan praktek manajemen mutu. Hampir semua perusahaan besar, mulai dari Toyota hingga Nokia, dari Samsung hingga Sony, mestinya menaruh hutang budi yang teramat besar dengan buku legendaris ini. Dan, siapapun yang berhasrat membangun keunggulan mutu – termasuk para peminat gerakan Six Sigma – mestinya tak melewatkan buku ini sebagai salah satu bacaan wajib.
Buku yang berbulan-bulan menduduki peringkat best-seller ini pada dasarnya ingin menjawab satu pertanyaan fundamental : apa sih sebenarnya key succes factors untuk membangun great company? Demikianlah, melalui serangkaian observasi yang mendalam, serta riset yang panjang dan melibatkan ribuan orang, buku ini kemudian berhasil membongkar faktor-faktor kunci yang – secara empirik – terbukti menjadi pemicu tumbuhnya great companies. Buku yang ditulis dengan elegan ini berkisah tentang strategi dan proses penciptaan great organization. Dan tampaknya kita akan sepakat kalau buku ini juga layak dikategorikan sebagai salah satu a GREAT management book of all times.
Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1954, namun isinya tetap memiliki relevansi yang kuat dengan realitas manajemen mutakhir, dan boleh jadi akan tetap relevan hingga beberapa dekade mendatang. Isi buku ini secara jernih dan tajam mengeksplorasi tiga tema sentral dalam manajemen : managing business, managing managers; dan managing employees and works. Lewat analisanya yang jitu dan mendalam, buku ini tak pelak telah memberikan batu pijakan yang sedemikian kokoh bagi perkembangan praktek manajemen. Semua buku yang ditulis Peter Drucker pasti bagus (ia telah menulis lebih dari 15 judul buku); namun buku ini rasanya merupakan yang terbaik,
masterpiece. Dan lewat buku ini pulalah, Drucker kemudian dikenang sebagai
“dewa diantara para dewa manajemen dunia”.
Buku ini sangat praktis untuk menjadi panduan bagi setiap calon jama’ah haji dan umrah.