Ada susunan logis untuk membangun bisnis, baik online atau offline. Ada hal-hal tertentu yang harus Anda lakukan untuk melihat bisnis Anda tumbuh. Dengan berkomitmen mengikuti delapan langkah ini, Anda bisa menarik lebih banyak klien dan mendapatkan penghasilan yang Anda inginkan.
Langkah Satu: Target yang Jelas
Sebelum Anda melakukan marketing, Anda harus menemukan siapa yang menjadi audien Anda. Lakukan riset dan temukan produk atau jasa Anda yang paling dibutuhkan. Tanpa ada pemahaman yang jelas siapa target Anda, marketing Anda tidak bisa efektif.
Dengan pendekatan khusus Anda akan membantu nilai konversi Anda. Mungkin ini akan membuat Anda gugup untuk mempersempit pilihan Anda, tapi ini adalah langkah pertama untuk menarik klieng dengan waktu yang lebih panjang. Berikut adalah benefit lainnya untuk memperpendek fokus Anda: setiap kali Anda memberikan spesialisasi, Anda bisa mengenakan lebih untuk jasa Anda.
Tahap Dua: Memahami Apa yang Mereka Inginkan Secara Emosional dan Logis
Setelah Anda mengidentifikasikan target audien terbaik Anda, maka inilah saatnya untuk belajar apa yang sangat mereka inginkan. Apa yang ingin mereka dapatkan? Apa yang membuat mereka terjaga?
Memasarkan produk tidak akan ada artinya jika Anda tidak yakin dengan apa yang diinginkan target pasar. Konsepnya adalah: orang membeli apa yang mereka inginkan, bukan apa yang mereka pikir dibutuhkan. Kenali pasar dan Anda akan menemukan penjualan yang lebih mudah.
Setiap hari Anda berbicara dengan orang terkadang efektif, terkadang tidak. Tapi pada saat membicarakan bisnis, Anda tidak bisa untuk tidak mendengarkan orang lain. Jika Anda ingin klien mendengarkan apa yang Anda katakan, Anda harus tahu bagaimana mengatakannya dengan cara yang paling efektif dan positif. (foto: designdesigner.freei)
Tahap Tiga: Kemas Apa yang Anda Tawarkan Menjadi Hasil Akhir yang Diinginkan
Karena Anda memahami pasar dengan baik, Anda tahu apa yang diinginkan dan hasil yang ingin mereka dapatkan. Semakin Anda mendekati hasil akhir yang diinginkan, semakin baik Anda melakukan bisnis. Kemas produk Anda sesuai dengan hasil tersebut, sehingga Anda selalu memenuhi kebutuhan klien Anda.
Saat Anda benar-benar memasuki apa yang dibutuhkan target pasar, Anda akan merasakan hiruk-pikuk bisnis yang berjalan mulus. Anda akan berhenti mendorong dan menggali penjualan dan melihat bagaimana semuanya mengalir bersamaan – kebutuhan sekelompok orang, dan kemasan produk untuk memenuhi kebutuhan mereka. Apa yang dibawa? Orang tidak membeli hanya karena mereka mengerti sesuatu, mereka membelik karena mereka merasa paham.
Tahap Empat: Menciptakan Penawaran yang Tidak Bisa Ditolak
Apa yang sesungguhnya Anda berikan pada produk, dan apa yang seharusnya diberikan oleh klien? Agar marketing menjadi efektif, Anda harus bisa menjawab pertanyaan tersebut dalam satu kalimat. Misalnya: “Beri saya sepuluh menit per hari dan saya akan memberikan tubuh yang selalu Anda inginkan .”
Anda ingin menyatakan penawaran Anda dalam cara yang menarik sehingga membuat orang mengangkat tangannya dan berkata “Aku ingin itu!” Terus kembangkan penawaran dalam satu-kalimat; ini akan membentuk dasar pemasaran Anda lainnya.
Tahap Lima: Keluar dan Temukan Target Audien Anda
Di mana orang paling sering membeli produk Anda? Apakah mereka bergabung dengan forum diskusi online? Publikasi apa yang mereka baca? Organisasi apa yang mereka ikuti?
Jika Anda melakukan riset pasar yang baik di tahap sebelumnya, Anda sudah tahu jawabannya. Sekarang lihatlah keluar dan buatlah penawaran yang bagus di iklan, forum, diskusi dan cara apapun yang bisa Anda lakukan yang bisa dijangkau oleh audien.
Tahap Enam: Melatih Tindak Lanjut
Anda sudah melakukan riset, membuat produk yang bagus, mengemasnya untuk memenuhi kebutuhan audien, dan membuat penawaran dimana mereka tertarik. Untuk memaksimalkan kerja keras yang sudah Anda lakukan, Anda harus menindaklanjutinya dengan konsisten.
Cara terbaik apa untuk memastikan apa yang terjadi? Dengan membuat otomasi dan membuatnya sistematis serta tindak lanjut sebanyak mungkin. Berikut aturannya: Selalu lakukan tindak lanjut, dan menemukan cara untuk membuatnya otomatis.
Tahap Tujuh: Menutup Pembelian
Ini penting jika Anda ingin sukses. Belajar bagaimana membuat mereka terlibat dalam bisnis. Bagi beberapa perusahaan, bisa berarti pertemuan tatap muka, dan bagi yang lainnya, proses penjualan bisa dibuat otomasi. Kecuali uang Anda berpindah tangan, maka Anda tidak sungguh-sungguh menjalankan bisnis.
Cara apapun yang Anda pilih untuk menutup penjualan, Anda harus memberikan informasi yang memadai bagi prospek sehingga mereka yakin untuk membeli. Membuat pembagian-informasi otomatis sebanyak mungkin, dengan halaman web, surat sales letter, dan brosur sehingga Anda bisa memperluasnya dengan waktu yang sedikit.
Tahap Delapan: Membuat Penawaran Tambahan
Tumpukan profit Anda dibuat dari tambahan sales untuk memuaskan pelanggan. Anda sudah membangun hubungan dengan mereka dan mereka tahu Anda bisa dipercaya. Menciptakan produk yang bisa Anda tawarkan saat Anda terus mendengarkan solusi apa yang mereka butuhkan.
Klien jangka panjang ini memberikan stabilitas pada bisnis Anda, dan Anda tidak terus-menerus mengejar klien baru. Belajar membuat penawaran tambahan akan membuat pembedaan apakah bisnis Anda bertahan.
Dengan mengikuti delapan langkah yang menempatkan Anda untuk menarik klien baru dan menghasilkan tambahan pendapatan. Tetap kerjakan sampai Anda menyempurnakan produk dan penawaran Anda. Otomasikan proses sebanyak yang Anda bisa, dan jangan lupa menawarkan produk tambahan untuk memuaskan pelanggan. Dengan melakukannya, Anda menujuk jalan mendapatkan income yang Anda inginkan.
Setiap hari Anda berbicara dengan orang – terkadang efektif, terkadang tidak. Tapi pada saat membicarakan bisnis, Anda tidak bisa untuk tidak mendengarkan orang lain. Jika Anda ingin klien mendengarkan apa yang Anda katakan, Anda harus tahu bagaimana mengatakannya dengan cara yang paling efektif dan positif. Dalam keadaan tertentu – seperti dalam bisnis – atau lainnya – motivasi seseorang adalah, "Apa untungnya buatku?" Artinya apapun yang Anda katakan harus bisa menjawab pertanyaan pendengar Anda.
Jika Anda sudah siap menyampaikan apa yang akan disampaikan dan didengar, teruskan membaca bagaimana menumbuhkan minat klien untuk kepentingan Anda dan berbicara sehingga mereka mendengarkan.
1. Persiapan
Penjualan atau presentasi yang baik selalu diawali jauh sebelum klien tiba. Apapun yang Anda jual, tidak seorang pun yang akan membelinya jika Anda tidak tahu produk Anda. Persiapan adalah kunci: Anda harus tahu apa yang Anda bicarakan jika Anda ingin orang lain mendengarkan. Tentu saja, jenis persiapan yang bagaimana akan tergantung pada sifat bahan yang akan Anda sampaikan, tapi ingatlah, dibutuhkan kerja keras yang akan membuat klien memperhatikan kemudian.
Saat mempersiapkan pertemuan atau presentasi, luangkan waktu sebelumnya untuk memeriksa semua material yang akan Anda bicarakan. Anda harus menguasai topik, dan memiliki banyak contoh penggunaan yang spesifik. Ini juga akan membantu Anda untuk memikirkan diawal, pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan klien. Mengantisipasi kebutuhan mereka akan membantu Anda untuk menjawab permintaan dengan cepat dan efektif.
2. Presentasi
Kemudian, apapun yang Anda sampaikan, bagaimana Anda mempresentasikan semuanya dan bagaimana klien akan mendengarkannya. Siapapun yang memiliki persiapan bisa berbicara selama berjam-jam-tapi bagian dari perencanaan Anda haruslah bagaimana menyampaikan material yang diberikan dengan cara yang terbaik. Putuskan sebelum Anda memulai jenis contoh yang akan digunakan, atau jika ada cara yang bisa Anda kembangkan dalam presentasi dengan menggunakan alat audio – visual, gambar, atau ilustrasi.
Untuk presentasi yang besar, Anda bisa mempraktekannya di depan cermin atau didepan teman untuk memastikan Anda menyampaikan apa yang menjadi inti pembicaraan. Agar sehari-hari lebih efektif dengan klien Anda, pikirkan apa yang Anda katakan sebagai presentasi "mini". Mulai dengan menguji pidato Anda dengan kata-kata kecil seperti "um" dan "ah" yang akan melemahkan efek apa yang akan Anda katakan, Anda akan takjub dengan banyaknya orang yang akan mendengarkan.
Serta, luangkan waktu untuk memastikan Anda mempresentasikannya dengan baik: berpakaian rapi, tepat waktu, dan sopan. Ingatlah presentasi Anda bukanlah apa yang Anda katakan, Anda adalah satu paket, dan bagaimana Anda membawakan diri Anda harus mencerminkan hal itu.
3. Hasrat
Terakhir, kunci berbicara dengan klien sehingga klien mendengarkan adalah dengan menunjukkan hasrat Anda. Jika Anda memiliki hasrat terhadap sesuatu, maka akan terlihat dari cara bicara, membawa diri, bahkan dari raut muka Anda. Tidak ada persiapan atau ketrampilan presentasi yang bisa menutupi kurangnya hasrat atas topik atau proposal yang Anda miliki. Pembicara yang paling efektif adalah mereka yang menggabungkan ketiga hal tersebut sehingga bisa membuat orang lain duduk dan mendengarkan. Triknya adalah dengan menemukan keseimbangan personal Anda dan mengutamakan apa yang menjadi hasrat Anda.
Lalu, bagaimana jika Anda tidak berkenan dengan material yang akan Anda sampaikan? Kami semua melakukan pekerjaan yang tidak kita sukai untuk satu dan lain hal, tapi Anda menemukan cara yang antusias dan enerjik untuk melakukan apa yang Anda kerjakan dengan menghargai sisi lainnya. Dengan memiliki hasrat terhadap sesuatu bisa berarti menggeser sudut pandang Anda. Coba selalu melihat hal-hal dari sisi klien, untuk memahami apa yang Anda lakukan bisa menguntungkan mereka. Mereka akan mendengarkan apa yang Anda katakan jika Anda membuatnya vital dan penting bagi mereka – disanalah letak hasrat Anda.
Ingatlah bahwa pembicara yang baik juga pendengar yang baik, dan luangkan waktu untuk mendengarkan dengan seksama saat klien berbicara. Berhati-hati dalam menjaga minat klien dan Anda akan membuat orang lain mendengarkan apa yang Anda katakan.
Persiapan, presentasi, dan hasrat – tiga konsep sederhana yang digunakan dengan benar bisa menjadikan Anda pembicara hebat. Prinsip ini diterapkan di dalam kehidupan privat dan publik, dan jika Anda melihat orang lain yang sukses dalam kehidupan Anda, Anda akan melihat tindakan yang mereka lakukan. Jika Anda mempersiapkan diri sebelumnya dan meluangkan waktu untuk membawakan diri beserta materi dengan baik, hasrat Anda akan nampak,dan itulah saatnya orang akan mendengarkan.
Pasang surut dalam dunia bisnis menjadi sesuatu yang biasa bagi Hengky Iriawan. Namun saat berada dalam kondisi surut, Hengky memiliki strategi dalam mengatasinya.Termasuk saat krisis yang pernah menderanya.
Hengky sudah terbiasa menghadapi masa-masa sulit, sejak menggeluti bisnis hasil bumi di Sukabumi. "Bahkan sampai sekarang pun. masalah selalu ada. tapi kita harus pandai-pandai menyiasati.Jadi kita survive." kata Hengky, yang menjelaskan, sejak pameran perdana dihelat PT Peraga Nusantara Jaya Sakti pun. dia sudah menerapkan strategi.
Maklum, kala itu dia memang punya banyak saingan, dan hams menarik kepercayaan klien untuk ikui berpameran dengannya. Banyak hal yang dia lakukan, misalnya, meyakinkan pengusaha asing untuk percaya bahwa pameran di Indonesia akan sangat menguntungkan. "Saya presentasi di depan para pengusaha dan menjelaskan sampai sedetil-detilnya," terang Hengky.Bahkan didukung dengan fakta dan data-data akurat. Ini, kata dia, masih belum cukup."Saya lakukan pendekatan personal. Mendekati mereka satu per satu, saya rayu lah, supaya mereka yakin, dan akhirnya bisa," papar Hengky.Hasilnya, pada pameran keduanya, yang diberi title Indo Garmen, pesertanya membludak. Garmen saat itu memang tengah booming. Ekspor garmen Indonesia sangat bagus. Industri garmen berkembang pesat, jadi sangat butuh mesin-mesin garmen. Itu sebabnya, pameran kedua khusus diikuti ATPM dan mesin-mesin untuk industri garmen. "Mereka percaya pada saya," tandasnya.
Masa berganti, sampai tahun 90-an, bisnis pameran PT Peraga Nusantara Jaya Sakti nyaris berjalan mulus. Namun, ketika atmosfer politik di Indonesia bergejolak pada 1997, bisnisnya sempat mati suri. Operasional perusahaan pun terpaksa vakum dari 1997-2000 akhir. "Nggak ada proyek, jadi kita main games aja di kantor." kenang Hengky, lantas tertawa.Saat suhu politik memanas dan terjadi krisis moneter, sebenarnya Hengky dan kru sudah menyiapkan pameran besar. Tapi, terpaksa harus dibatalkan. Banyak peserta yang membatalkan ikut. Mereka takut ke Indonesia, karena dianggap tidak aman. "Banyak demo, banyak massa brutal juga ada penembakan. Mereka takut." terang pria ramah itu.
Kerugian pun tak terhindarkan. Dalam masa sulit ini. perusahaan terpaksa melakukan efisiensi ketat, tapi tak ada PHK. "Saya kasihan sama karyawan. Mereka kan punya keluarga. Bagaimana pun susah seneng kita bareng lah. Mereka tetap kerja kok," terang Hengky yang mengaku tak panik menghadapi masa krisis. Yang penting, kata dia, selalu mencari cara altematif.Pada tahun yang sama (1997) Hengky pun sudah mengekspansi bisnisnya ke sektor lour and travel, dengan mendirikan PTTravindo Multi Express. Temyata inilah salah satu cara altematif untuk menambal sulam kerugian bisnis.
Bersamaan dengan maraknya Event Organizert (EO)
di berbagai daerah, secara alamiah terjadi segmentasi EO. Ada EO yang
mengkhususkan diri pada acara anak-anak, ada pula yang menjadi spesialis dalam
acara pernikahan atau kegiatan korporasi. Tapi sebenarnya apa sih Event
Organizer atau yang sering disebut EO itu? Event Organizert (EO) adalah sebuah
jasa yang bertujuan untuk mempermudah orang menyelenggarakan sebuah acara agar
ter-organize dengan baik dan lancar. Tapi nyatanya banyak yang hanya
ikut-ikutan karena usaha tersebut pada saat ini memberikan keuntungan yang
besar.
Q : Melihat kemampuan sebuah Event
Organizert ?
A : Salah satu yang bisa
dilihat adalah kemampuan Event Organizert mengantisipasi hal-hal yang sulit yang
kadang tak terduga. Misalnya urusan transportasi, hotel peserta bahkan
kekurangan makan yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan.
Q : Apakah segmentasi dibutuhkan dalam sebuah
Event Organizer ?
A : Sebenarnya segmentasi
itu tidak ada gunanya kalau Event Organizer tidak dikelola dengan benar. Butuh
kesungguhan dan proses waktu terlebih dahulu. Apabila akhirnya memiliki sebuah
“nama” di pasaran, segmentasi pun dapat dilakukan. Berarti tidak ada masalah
kalau kita kemudian ingin memasuki event - event lain ketika kita sudah punya
nama karena yang dilihat nanti adalah dampak dari upayanya. Di dalam konteks
bisnis yang cukup kompleks seperti sekarang ini, orang dianjurkan untuk
ter-spesialisasi mungkin, se-mahir mungkin dan se-setia mungkin di bidang itu.
Karena bisnis itu membutuhkan orang yang melayani dengan sungguh-sungguh di
satu bidang yang sangat dikuasainya.
Q : Bagaimana sebuah Event Organizer memiliki
Nama ?
A : Memasarkan nama
(branding) merupakan suatu hasil dari proses alamiah. Dalam bisnis Event
Organizer yang terpenting adalah bukti akan kemampuan melayani orang lain
daripada nama yang dibangun melalui biaya iklan. Dengan demikian berarti harus
melalui proses bertahap. Konsistensi & persistent adalah kata yang tepat
dalam memasarkan sebuah Event Organizer.
Q : Bagaimana meningkatkan brand sebuah Event
Organizer dengan lebih cepat?
A : Ada dua cara.
Pertama, menunggu order untuk menyelenggarakan event yang dilaksanakan oleh
kontraktornya. Kedua, menciptakan event sendiri. Agar sebuah brand Event
Organizer cepat terangkat (meskipun tidak dijamin 100%) , menciptakan sebuah
event sendiri akan jauh lebih cepat meningkatkan brand sebuah Event Organizer
dibandingkan hanya menunggu bola (kecuali sebuah Event Organizer memang telah
memiliki network yang luas). Seperti halnya Ravioli Event Organizer. Pada
awalnya kami mengadakan event dengan scope lebih kecil, seperti seminar,
private party dan sebagainya.
Q : Apa syarat-syarat sebuah Event Organizert boleh
dikatakan sebagai bisnis yang profesional ?
A. Event Organizert yang
mendatangkan hasil bagi orang yang membutuhkan pengelolaan acara.
B. Bisa
mendatangkan keuntungan atau setidaknya menciptakan citra yang baik.
C. Pada
prinsipnya Event Organizer berfungsi mempermudah konsumen mewujudkan acara
sesuai ide atau kebutuhannya.
Q : Apa yang perlu dicermati dalam memilih sebuah
Event Organizer?
A : Dalam memilih sebuah
Event Organizer ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan
dulu kemampuan Event Organizer tersebut , seperti apakah Event Organizer
tersebut mengenal sekali cara-cara membuat orang ? terkenal, memiliki
akses-akses ke tempat-tempat promosi atau kapasitas-kapasitas promosi
perusahaan yang baik. Apakah punya akses ke radio, TV atau koran dengan baik.
Kemudian apakah mereka punya akses yang baik ke hotel-hotel atau tempat-tempat
penyelenggaraan acara lainnya. Apakah mereka punya orang-orang yang berwenang
dalam bidang perijinan. Kedua, lihatlah cara pendekatannya, taste / seleranya,
apakah mereka bisa mewakili citra bisnis yang baik, apakah mereka berada pada
level propinsi atau nasional. Banyak hal yang perlu diperhatikan karena
pemilihan suatu Event Organizer mempengaruhi citra perusahaan yang memakai
jasanya. Untuk membangun citra , selain profesionalisme dan integritas ,adalah
kredibilitas , kualitas yang terbuktikan karena pemakaian berulang-ulang .
Dalam Konteks Lain Sebua EO
EO adalah event organizer , artinya adalah mengorganisir kegiatan yang bersifat evently
(sewaktu-waktu) tidak kontinyu dan obyek yang di kerjakan selalu berubah.
Pertama yg anda lakukan adalah menentukan JENIS event yang akan anda bisniskan , Apakah
itu sebagai :
EO pameran
EO pagelaran kesenian (music , teater , ext)
EO seminar
EO pendidikan
EO launching (promo) produk baru
EO wedding
EO aniversary
EO wisuda
EO Olah Raga
Dan lain-lain
Setelah kita mengarah kepada "jenis"
EO nya, barulah pelajari secara mendalam secara detail "jenis"
tersebut
Perbanyak jaringan / relasi yang berkaitan
dengan kegiatan EO untuk mempermudah menentukan budget dan anggaran, seperti :
Pengelola Gedung / Tempat / Mall
Perijinan : Kepolisian (Polsek/ Polres) , RT s/d
Kecamatan
Pemberi Sponsor / Sumber Dana
Manjemen Artis
Penyewaan Sound System, Panggung, Lighting
Caterring (makanan & minuman)
Dekorasi (seniman)
Media Elektronik & Cetak (termasuk wartawan)
Advertising
Ahli Hukum (utk membuat Kontrak / MOU)
Sebaiknya EO dikelola sedikit personil (max 5
orang) yang lainnya lebih baik outsourching dan di rekrut pada saat menjelang
hari H
Pastikan pekerjaan yang diterima ada Dananya,
pastikan anda mendapatkan termin pembayaran pasti dan tertuang dalam perjanjian
hitam diatas putih (kontrak)
Jangan mencari keuntungan yang berlebih (mark
up) dengan maximum fee cukup sebesar 10 %, keterbukaan dalam membuat anggaran
akan memudahkan klien mempercayai kinerja EO, dan lebih baik klien diajak
berdiskusi dan berunding hal bugget , dan jangan lupa selalu menyertakan Pajak .
Bagaimanakah
memilih Event Organizer ?
Semua proses pemilihan pasti didasarkan pada suatu kriteria. Sebagai contoh,
kriteria yang kita pakai dalam memilih baju adalah warna dan modelnya. Selain
itu ada kriteria harga dan ukuran. Lalu kriteria apa yang akan kita pakai dalam
memilih jasa event organizer ?
Jawaban atas pertanyaan ini bisa bermacam-macam menurut tiap-tiap orang. Ada
yang menggunakan kriteria harga, ada juga yang menggunakan kriteria prestige,
dan ada juga yang menggunakan kriteria sistem kerja. Tetapi pada kenyataanya,
kebanyakan orang memilih event organizer karena rekomendasi dari teman,
saudara, klien, vendor atau siapapun yang bisa dipercaya.
Bagaimana dengan anda ?
Kriteria apa yang akan anda pakai ?
Saran kami, sebaiknya pemilihan Eevent Organizer berdasarkan kriteria produk yang
dijual EO dan kebutuhan anda sebagai klien.
Semua orang tahu kalau tugas - tugas EO adalah menkonsepkan suatu acara,
mengatur, dan melaksanakannya. Apakah ini yang dimaksud dengan produk Eevent Organizer
? Betul, dan hal ini dalam pengertian sebuah EO adalah sistem kerja.
Kriteria pertama yang harus anda gunakan apabila menggunakan jasa EO. Bagaimana
sistem kerjanya dalam merencanakan event anda.
Kriteria kedua, menggunakan jasa EO berarti anda menyewa orang untuk bekerja
kepada anda. Pertanyaan yang seharusnya anda tanyakan kepada EO adalah apa
latar belakangnya dan event apa saja yang telah dikerjakan Event Organizer itu.
Terakhir, apa kebutuhan anda ? Model event seperti apa yang anda inginkan ?
Siapakah market target atau audience anda? Berapa budget yang anda sediakan?
Apa yang diinginkan oleh perusahaan atau intitusi anda di event nantinya dan
target seperti apa yang anda inginkan?
Sebagai kesimpulan kami, memang tidak mudah untuk memilih sebuah event
organizer yang tepat untuk kebutuhan anda. Tetapi beberapa kriteria di atas
telah terbukti membantu banyak calon klien kami untuk memilih Event Organizer
yang tepat!
Bagaimana Mempromosikan EO Anda...?
1. Membuat Data / Company Profile
Bentuk ini merupakan standar dengan mencantumkan
secara lengkap wajar dari perusahaan yang bersangkutan mulai dari nama,
filosofi, visi&misi, moto, pelayanan, administrasi, struktur, portfolio,
dan data apa yang dianggap perlu untuk diketahui oleh klien.
2. Menjalin Relationship Dengan Siapapun
Setelah adanya Company Profile apa yang harus
kita lakukan? Tentu saja mendistribusikannya ke berbagai pihak yang kita rasa
potensial untuk menerimanya.Misalnya ke Perusahaan-perusahaan, Institusi
Pemerintah, Agensi/EO lain, vendor-vendor. Bisa juga diberikan kepada orang
yang punya pengaruh kuat.
3. Promosi Out Door
Promosi bentuk ini dengan menggunakan sarana
seperti flyer, spanduk, billboard dan semacamnya. Dibuat se-efisien mungkin
dengan menerakan nama-alamat serta misi serta motto secara jelas.
4. Event & Entertainment
Menyelenggarkan event/kegiatan yang dapat mengundang banyak massa. Keberhasilan
sebuah event akan merupakan kredit point dimata para calon klien kita.
5. Menggunakan Jaringan Internet
Website bertujuan untuk mempermudah konsumen /
pengguna jasa EO mendapatkan informasi mengenai EO dan kegiatan promosi pun
menjadi lebih mudah dan cepat sehingga kita tidak lagi ketinggalan informasi.
Dengan adanya website diharapkan para pengguna jasa EO mudah memahami dan interaktif
dalam memperkenalkan dan mempromosikan sebuah Event Organizer serta dibuat
untuk menutupi kelemahan dari penggunaan media cetak seperti brosur, majalah
sehingga dapat mengurangi biaya promosi. Bentuk ini merupakan trend paling
akhir yang digunakan untuk berpromosi. Melalui sarana internet dapat dengan
mudah mengakses pihak mana yang dikehendaki. Begitu pula sebaliknya.
Tips Jika Ingin Terjun Di Bidang EO.
1. Mengelola Dengan Baik Dan Profesional.
Mengumpulkan beberapa orang yang nantinya akan mengerjakan tugas dengan
bagian-bagian tersendiri. Jika bisa pilihlah dari orang terdekat kita bisa
sodara sendiri, teman yang kita sudah tahu kapasitasnya atau buka lowongan
pekerjaan untuk bagian tertentu. Kemudian menerapkan “teamwork and leadership”.
Bekerja di dunia EO adalah melulu tentang “teamwork”, tidak ada sebuah event
yang bisa dikerjakan sendiri, pasti kita akan butuh sebuah teamwork. Kelola
dengan baik tim anda. Bagaimana kita akan mengelola/mengorganisir sebuah event
jika mengelola perusahaan/tim sendiri saja tidak bisa.
2. Miliki Spesifikasi Tertentu.
Ada banyak segmen dalam event ini. Misalnya Exhibition Organizer, Wedding
Organizer, Marketing Communication Activity Organizer, MICE Organizer, Party
Organizer dll. Jika sudah ditetapkan,
pelajari seluk beluknya. Jangan kemaruk. Fokuslah pada satu segmen. Jika ingin terjun ke segmen lainnya bentuklah
tim khusus untuk menanganinya tanpa melibatkan tim yang sudah ada. Karena jika
sebuah organisasi sudah mulai tidak fokus dari sanalah awal dari
ketidaksempurnaan eksekusi sebuah event.
3. Negotiation And Lobbying
Anda harus punya kemampuan negosiasi dan melobi. Jika tidak bagaimana anda bisa
meyakinkan klien atau sponsor untuk menangani event mereka. Pendekatannya pun
bisa secara intitusional maupun personal.
4. Presentation Skill
Anda harus punya kemampuan memaparkan sebuah project atau proposal. Setiap
individu mempunyai skill dan style yang berbeda-beda. Gunakan kemampuan anda
dalam presentasi itu untuk meyakinkan klien atau sponsor untuk menangani event
mereka.
5. Ide Inovatif
Jangan takut untuk mewujudkan ide gila yang inovatif tapi bisa diterima
masyarakat. Sebisa mungkin, hindari penawaran ide yang monoton. Usahakan
munculkan ide tema acara yang menarik dan berbeda
6. Mempersiapkan Segala Sesuatunya
Tidak ada kesuksesan tanpa persiapan. Keberhasilan sebuah event sangant
bergantung pada persiapan menghadapi event tersebut. Bahkan kesuksesan sebuah
event dapat diprediksi dari faktor kesiapan ini. Persiapan bisa dimulai dari
membentuk teamwork plus tugas masing-masing personal. Tentunya setelah konsep
& project udah matang juga. Kemudian mempersiapkan budget yang telah
ditetapkan. Mempersiapkan hal-hal teknis dan non teknis tentunya tidak kalah
penting. Mengurus perijinan dengan pihak keamanan, pihak venue, vendor, dipenda
jika menyangkut materi promosi out door dll. Yang tetap penting adalah meeting,
meeting dan meeting, koordinasi, koordinasi dan koordinasi. Baik dengan
teamwork maupun dengan pihak klien dan pihak lain yang berhubungan dengan event
tersebut. Jangankan tanpa persiapan, dengan persiapan yang matang saja kadang
masih ada kendala saat event berjalan.
7. Miliki Jaringan Relasi Sponsor.
Terkadang pihak pemakai jasa EO juga telah
memiliki sponsor-sponsor tertentu. Tapi tidak menutup kemungkinan, acara bisa
makin sukses dengan kehadiran sponsor tambahan. Jika ini dimiliki, akan menjadi
nilai plus bagi EO itu sendiri.
8. Memiliki Database
Dalam mengelola EO, memiliki database itu bisa berarti penting maknanya,
misalkan database obyek, sponsor atau klien. Gunakan sumber yang ada semaksimal
mungkin untuk mengumpulkan database ini. Atau bentuk tim khusus yang menangani
database ini jika perlu. Teknologi sekarang pun sudah memungkinkan untuk
mengumpulkan database ini, internet misalnya.
9. Manejemen Emosi.
Kerja EO apalagi jika makin dekat
dengan hari H penyelenggaraan acara,
biasanya amat rentan bersinggungan emosi antara personel EO itu sendiri.
Cermati dan miliki kemampuan untuk memanajemen emosi di saat-saat seperti ini.
Karena terkadang permasalahan muncul saat event sedang berjalan. Selesaikan
dengan improvisasi yang cerdas dan internal terlebih dahulu jika menyangkut
teamwork. Tapi jika menyangkut acara secara keseluruhan ajaklah pihak klien
untuk memecahkan masalah secara bersama dan selesaikan dengan improvisasi yang
cerdas dan aman untuk semuanya (untuk EO anda, klien maupun audience). Jangan sampai rugi ya...
10. Quality Oriented.
Utamakan kualitas dan bukan profit. Jika klien
sudah membuktikan kualitas dari kerja sebuah EO, maka di kesempatan lain, EO
ini pun akan digunakan lagi jasanya. Selain itu, pihak lain yang telah
mendengar kelebihan EO ini pun akan bisa berkemungkinan menjadi klien baru.
11. Coba Juga Terjun Ke Kegiatan Sosial
Sesekali (sering juga ga masalah sih) adakan kegiatan yang bersifat sosial.
Selain untuk mengasah kepekaan sosial kita tentunya juga untuk beramal bukan.
Perlunya Ide Kreatif Dan Inovasi di Jasa EO.
"Acaranya bagus, bintang tamunya oke, panggungnya keren," Pujian
seperti itu kerap kali muncul setelah kita menyaksikan sebuah pertunjukan.
Banyak yang nggak tahu, suksesnya sebuah pertunjukan atau acara nggak lepas
dari kerja keras beberapa orang kreatif yang tergabung pada sebuah tim. Mereka
lebih dikenal dengan sebutan EO "Event Organizer".
Gampang-gampang susah, kata yang pantas kalo kita berbicara tentang aktifitas
EO. Bisa mengemas acara yang menarik, sehingga semua tamu atau orang yang
datang untuk menyaksikan acara tersebut dapat terpuaskan, bukan hal yang
gampang. Kita membutuhkan ide-ide kreatif sehingga acara yang dibuat tidak
membosankan. Tapi, EO juga tidak bisa dikendalikan satu orang saja, dibutuhkan
banyak orang yang satu tujuan dan mau saling bekerjasama. Kalo ketemu sama tim
yang solid, semuanya jadi terasa lebih gampang.
Dalam satu tim, bukan orang yang otaknya jago saja yang diandalkan, tapi lebih
kepada kebersamaannya. Dalam EO kita butuh sama orang yang mau bekerja keras,
tidak kenal waktu, pintar berkomunikasi, cekatan dan peka. Bekerja keras,
karena dalam membuat sebuah acara sifatnya hanya sesaat dengan kata lain, untuk
membuat sebuah acara satu hari penuh, kita butuh waktu persiapan tiga bulan,
sebulan, dua minggu atau seminggu. Dalam waktu itu, kita dituntut untuk bekerja
keras melakukan persiapan sehingga ketika hari "H" semua berjalan
lancar. Pintar berkomunikasi, mulai dari persiapan acara hingga saat acara
berlangsung orang EO memang paling nggak bisa diam. Melakukan lobby adalah
kunci utama, karena dalam membuat acara kita butuh dana, dan untuk mendapatkan
dana tersebut, kita mesti cari sponsor. Banyak yang mengakui mereka yang biasa
bergerak di bidang EO kendala pertama muncul pada sponsor. Apalagi kalo ini
kali pertama kita bikin EO. Kunci utama disini adalah komunikasi yang bagus dan
kepercayaan. Kalo kita bisa berkomunikasi maka akan tercipta sebuah kerja sama
dan akhirnya tumbuh rasa saling percaya. Bagaimana caranya kita mampu membuat
sponsor yakin kalo dia bakal untung banget mau bekerjasama dengan kita. Lewat
proposal yang oke kita gaet sponsor dan berusaha untuk dapat memuaskan mereka.
Membuat acara yang bagus, menarik dan berkualitas, dalam waku yang relatif
pendek, pasti dong kita nggak bisa main-main dan lambat. Semua harus cekatan
ngurusin banyak hal, muali dari pembuatan proposal, mencari sponsor,
menghubungi pengisi acara, promosi, membuat rundown (skenario) acara, konsumsi,
peralatan dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sejarah Event Organizer.
Di Indonesia pola kerja EO sudah lama ada dimulai dari pesta-pesta adat
dimana panitia pesta tersebut mulai membagi tugas masing-masing untuk mendukung
suksesnya suatu acara. Sedangkan istilah EO di Indonesia mulai populer sekitar
tahun 1990an dan semakin populer lagi pada tahun 1998 pacsa era krisis dimana
begitu banyak tenaga kerja yang keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dengan
berbagai alasan dan mulailah mencari alternatif sumber penghasilan yang lain
seperti EO.
EO sendiri adalah penyelenggara sebuah acara atau kegiatan yang terdiri dari
serangkaian mekanisme yang sistematis dan memerlukan ketekunan, kesungguhan
serta kekompakan kerja tim dimana acara tersebut dipadati dengan deadline,
target, sceduling, pressure dan teamwork solidity. Sedangkan peran EO adalah
melaksanakan penyelenggaraan sebuah event berdasarkan pedoman kerja dan konsep
event tersebut dan mengelolanya secara profesional.
Yang Mesti Ada Di EO .
Yang
diperlukan untuk mendirikan sebuah EO adalah, motivasi, database, network,
permodalan dana segar yang cukup, SDM yang dinamis dan pekerja keras, teamwork
spirit, creativity, imagination dan konsep, keahlian individu yang tepat guna,
nggak gaptek, personal yang baik, inisaitif yang tinggi, jeli, cermat dan peka
terhadap perkembangan. "Orang-orang di EO mesti menerapkan Do Innovated Or
Die, jadi di EO tersebut adalah kumpulan orang-orang kreatif yang penuh
inovatif,"
Siapapun bisa membuat EO. Anak-anak sekolah misalnya, kalo berminat juga dapat
membuat EO, bisa saja dimulai dari mengemas acara Sweet Seventeen sobat
terdekat, Pentas Seni, Acara Perpisahan dan Pelombaan antar kelas atau antar
sekolah. Apalagi yang sebentar lagi akan tamat sekolah biasanya mengadakan Prom
Nite, dan biasanya yang mengadakan atau yang menjadi panitia pun adalah
kita-kita juga. Nggak masalah kalo kita baru pertama kali menangani event, Yang
terpenting adalah ide kreatif yang muncul di otak yang kemudian kita kembangkan
menjadi sebuah konsep. Setelah konsep ada, baru deh kita memikirkan bagaimana
bisa mengumpulkan dana agar acara tersebut dapat dijalankan. Dan kalo kita
berbicara mengenai dana, pasti dong nyari sponsor. Di bagian ini yang paling
penting adalah kepercayaan. Kalo pihak terkait udah percaya sama kita semuanya
akan jauh lebih ringan, misalnya untuk penyewaan sound kita bisa tangguhkan
pembayarannya setelah acara berlangsung, atau setelah dananya ada.
Ditambahkan bos Procom salah satu EO terkenal di Medan, nggak perlu banyak
orang yang terlibat dalam sebuah EO. "Semua tergantung dari besar kecilnya
EO tersebut dan besar kecilnya event yang ditangani," kata Bang Sofian.
Sekarang ini, anak-anak muda juga telah banyak menunjukkan kreatifitas mereka
dalam membuat sebuah acara. Di Jakarta dan Bandung tampaknya anak-anak sekolahan
berlomba-lomba membuat pentas seni, bazar bahkan mereka sanggup menampilkan
konser grup band yang tengah digandrungi anak muda.
Kalo memang kamu tertarik untuk menampilkan kreativitas, sekarang saatnya kamu
belajar untuk memenej diri sendri dan orang lain. Yang berjiwa pemimpin mungkin
bisa ditunjuk sebagai ketua panitia. Yang jago ngomong dan ngerayu bisa di
jadiin humas atau marketing yang fungsinya mencari sponsor dan mempromosikan
acara. Yang jago ngedesign bisa dijadiian tim kreatif buat proposal dan media
promosi. Terus tinggal cari yang gaul dan lincah buat dikasih tanggung jawab
saat acara berlangsung. Terpenting di sini adalah kerjasama yang solid.
Peran IT
di Dunia EO.
Peran IT dalam dunia EO amat sangat penting,
karena IT selalu dipakai untuk menunjang bisnis ini, baik untuk manajemen
maupun dalam proses membuat event. Sebagai contoh peran IT dalam membuat event
sebagai berikut :
1.
Membuat Proposal.
Proposal sebaiknya di buat semenarik mungkin, karena proposal yang menarik bisa
menjadi salah satu kunci ketertarikan pihak sponsor atau klien untuk
mensponsori acara kita. Untuk membuat proposal yang menarik usahakan tidak
membuat proposal yang monoton atau kuno. Gunakanlah program-program penunjang
seperi Power Point, Flas, Maind Map atau yang lainnya sehingga proposal yang
kita buat menjadi lebih menarik.
2.
Presentasi. Pada saat presentasi
adalah momen yang sangat penting untuk membuat calon klein percaya dan yakin
untuk bekerjasama dengan EO kita, karena pada momen inilah akan terlihat apakah
EO tersebut profesioanal atau hanya EO kacangan yang sekedar mengandalkan
kemampuan presentasi, meskipun kemampuan presentasi yang baik juga merupakan
hal yang sangat menentukan. Pada saat tersebut sebaiknya kita dapat memaksimalkan
teknologi yang dimiliki untuk mendukung presentasi kita, misalnya dengan
menampilkan database yang dimiliki, design yang menarik atau bahkan bisa
membuat simulasi acara dengan menggunakan program pendukung seperti 3D Studio
Max atau yang lainnya.
3.
Time Table. Dalam membuat time table
bisa menggunakan bermacam software, seperti Microsoft Project, Mind Map,
Microsoft Excel atau yang lainnya. Yang terpenting isi dari time table tersebut
harus detil, mulai dari item pekerjaan, penanggung jawab, dateline, prioritas
dan perkembangan dari project. Karena hal tersebut bisa dijadikan bahan untuk
di diskusikan atau di evaluasi pada saat meeting.
4.
Data Base. Data Base yang lengkap
dan baik akan sangat membantu EO dalam mengerjakan sebuah project. Karena dalam
mengerjakan project kita biasanya membutuhkan data-data yang lengkap, misalnya
data sponsor, artis, perlengkapan, venue dan lain sebagainya. Alangkah baiknya
setiap kita membuat event data-data tersebut kita simpan dalam sebuah data base
karena kelak data tersebut dapat digunakan oleh seorang Project Manager untuk
mengerjakan projectnya.
5.
Report. Banyak EO membuat laporan
hanya untuk external atau klien, sedangkan laporan internal yang dibuat hanya
laporan keuangannya saja. Padahal report ini sangat membantu pada saat kita
akan membuat event yang sama di waktu mendatang. Laporan keuangan wajib dibuat
tapi dalam isi laporan tersebut sebainya ditambahkan dengan hasil evaluasi,
data-data pendukung project dan saran-saran apabila akan membuat event tersebut
di waktu yang akan datang. Hal ini yang dapat membuat EO kita akan selalu
menjadi lebih baik.
6.
Internet. Pada era globalisasi saat
ini Internet sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat mendasar, karena dengan
internet kita bisa mencari apa yang kita butuhkan. Untuk sebuah EO sebaiknya
tidak lepas dari internet, di dunia maya ini kita bisa melihat peluang-peluang
yang bisa diambil, kita bisa mencari bahan-bahan untuk membuat konsep bahkan
kita bisa melihat arah dari pasar dan para pesaing bisnis. Selama kita bisa
memanfaatkan informasi yang ada di internet maka EO kita tidak akan ketinggalan
dengan EO yang lain, dan konsep-konsep yang kita tawarkan ke klien tidak akan
menjadi konsep yang monoton atau kuno.
Masih banyak lagi manfaat Teknologi yang bisa
membantu perkembangan bisnis EO kita, misalnya untuk design, akunting,
administrasi dan yang lainnya bahkan untuk mengembangkan ide-ide kreatif dari
sebuah EO. Oleh karena itu jangan sampai EO kita menjadi EO yang gaptek.
Mencermati SEPUTAR EVENT
ORGANIZERT.
Untuk mengatur pelaksanaan sebuah acara sehingga
bisa berlangsung sebagaimana mestinya, pada umumnya penggagas acara akan
menggunakan jasa event organizer (EO) untuk mengatur segalanya, termasuk
penyewaan alat musik dan penyewaan sound system. Mulai dari acara perlombaan
hingga pesta pernikahan. Dan jumlah event organizer yang beredar di Indonesia
pun sangatlah banyak. Tapi bagaimana caranya memilih EO yang baik? Berikut ini
beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam memilih berdasarkan pengalaman gw
berhubungan dengan EO ‘geblek‘:
1. Memiliki Konsep Holistik Acara
Sebelum sebuah acara dilaksanakan, setiap pihak
terutama EO harus memiliki konsep yang benar dan menyeluruh terhadap acara yang
akan dilaksanakan, termau=suk tentang penyewaan alat musik dan penyewaan sound
system. Setelah pihak penggagas acara menjabarkan gambaran umum mengenai acara
yang akan digelar, sebaiknya calon EO yang akan ditunjuk telah menghasilkan
sebuah konsep mendetil dan dapat menggambarkan lebih rinci mengenai persiapan
hingga action plan yang akan dilakukannya. Dari sini kita bisa melihat apakah
EO tersebut menguasai bidangnya atau tidak.
2. Memiliki SDM yang Memadai
EO yang baik setelah memiliki konsep yang
lengkap mengenai acara, mereka harus dapat menjamin bahwa mereka memiliki SDM
yang memadai baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Memang SDM yang dimaksud
ini tidak harus 100% adalah tim dari EO yang bersangkutan, sangat dimungkinkan
untuk outsource. Hanya saja kepastian jumlah dan kualitas yang diperlukan
haruslah dijamin oleh sang EO. Jangan sampai acara berlangsung dengan
kekurangan SDM yang pada akhirnya sang penggagas acara harus turun tangan
sendiri dan mengerahkan tenaga tambahan internalnya. Pemilik konsep dan uang
harus dipisahkan dari tim pelaksana. Kalau pemilik uang juga yang melakukan
eksekusi, untuk apa menyewa jasa EO?
3. Portofolio
Klise memang jika kita membicarakan poin yang
satu ini. Tapi bagaimana pun juga portofolio sebuah EO akan menunjukkan
kemampuan sebenarnya dari EO yang bersangkutan. Termasuk di dalamnya referensi
dari para klien EO tersebut yang mera puas dengan hasil kerjanya. Jangan
sekali-kali memilih EO yang tidak jelas asal muasalnya, atau bahkan EO yang
pernah berbuat kesalahan yang sangat fatal.
Untuk Anda yang sedang atau akan bergerak di
usaha bidang jasa yang satu ini, hendaknya baik-baik menjaga kredibilitas nama
baik Anda dan profesionalisme kerja sebelum kegagalan Anda dapat menghancurkan
Anda dan karyawan Anda sendiri. Dan untuk Anda yang akan menyewa jas EO,
ingatlah hukum ini : “Ada Uang Ada Rupa!“
Menghadapi krisis finansial global, salah
satunya adalah kreatif dalam mencari alternatif solusi atas kondisi tersebut.
Sahabat Enterprise yang setiap tahun menggelar berbagai acara mau tidak mau
juga dituntut kreatif dalam mengelola dan menanganinya karena adanya efisiensi
dalam perusahaan.
Dalam pelatihan ini, para instruktur membekali
peserta dengan materi antara lain, fungsi kerja EO, pembuatan konsep,
perencanaan dan perancangan, persiapan dan produksi, hingga eksekusi dan
finalisasi acara.
Menurut Achmadi Kamruddin, ada beberapa
indikator dalam mengukur kesuksesan sebuah event atau acara. “Bisa dari jumlah
tiket, penonton, atau undangan yang hadir. Minimal 70 persen dari total
estimasi. Bisa dari antusiasme, interaksi serta apresiasi dari
penonton atau undangan yang hadir terhadap acara yang digelar. Bisa juga acara
yang digelar itu tidak mengalami gangguan yang berarti. Tidak kalah pentingnya,
para undangan yang hadir membawa pengalaman baru dengan suguhan acara yang baru
disaksikan dan dialaminya,” terang Fajar Junianto.
Dalam melaksanakan suatu acara, tujuan utama
sebuah Event
Organizer tentunya memuaskan kliennya, untuk itu dibutuhkan sikap
profesional sehingga klien merasa puas karena kesuksesan acara mereka. Agar acara yang dibuat bisa sukses seperti
buatan Event Organizer,
berikut ini beberapa tips yang patut loe simak:
- Sukses tidaknya sebuah acara ditentukan oleh
adanya persiapan yang matang. Acara yang memang sudah dipersiapkan sejak dini, tentu berbeda dengan acara yang persiapannya secara
mendadak. Agar acara yang dibuat dapat berjalan sesuai rencana, maka waktu persiapan juga
sangat menentukan, lama tidaknya waktu persiapan juga ditentukan oleh besar kecilnya sebuah acara.
- Dengan konsep yang baik tentunya turut
merperlancar dan mensuksesan suatu acara. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam
pembuatan konsep suatu acara. Untuk masalah konsep dibagi menjadi tiga bagian :
1. Konsep baku, di mana konsep ini sebelumnya
telah dibuat oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga tinggal melaksanakan saja.
2. Konsep baru, semua konsep acara dirancang
sendiri kemudian dipresentasikan kepada klien (perusahaan).
3. Kombinasi. Ini berarti kita dengan pihak
perusahaan mengadakan sharing bagaimana acara itu akan dibuat.
Terakhir dan terpenting untuk mengadakan suatu acara adalah budget, karena besar kecilnya budget perusahaan sangat menentukan bagaimana acara itu
akan berlangsung. Kalau budget perusahaan tersebut besar, tentunya acara bisa
dibuat sebaik dan sebagus mungkin.
Bisnis di dunia industri hiburan, terutama
bisnis event organizing merupakan bisnis yang sangat menarik,
karena kesempatan investasi yang begitu luas,
dan didukung pula antusiasme konsumen yang cukup
tinggi. Berbeda dari bisnis pada umumnya dimana
aset utama diwujudkan lewat benda seperti mesin
ataupun tanah, aset utama dari bisnis ini adalah
kepercayaan konsumen, tingkat kreatifitas, serta tingkat
kerja keras dari event organizer itu sendiri.
Jenis event organizer yang akan dibahas dalam
business plan ini adalah event organizer yang
mengkhususkan operasinya di klub, dengan cara
membuat, dan mengatur acara di klub.
Pada mulanya, sebuah event organizer harus mampu
menjual ide, serta konsep dari sebuah acara kepada
klub. Pada tahap berikutnya, klub akan menerima
ataupun menolak konsep acara tersebut, dan jika
diterima, maka perjanjian mengenai acara
tersebut, antara event organizer dan klub akan dibuat.
Dalam bisnis ini, klub memiliki kewajiban untuk
menyediakan tempat serta fasilitas standar yang
biasanya sudah tersedia, sedangkan event
organizer berkewajiban menyediakan talent, menanggung
biayanya, dan tentunya menjalankan acara.
Perkembangan bisnis ini sangat erat kaitannya
dengan pertumbuhan kebudayaan musik elektronik,
dimana kebudayaan tersebut mendorong munculnya
klub klub baru, dan tentunya para konsumen
konsumen baru. Dengan berkembangnya kebudayaan
tersebut, event organizer akan sangat diuntungkan,
karena pasar yang semakin lama semakin meluas,
serta banyak hal atau ide baru yang bisa dikembangkan
berkaitan dengan kebudayaan musik elektronik.
Item utama yang dijual dari bisnis ini adalah
kemampuan event organizer dalam membuat suasana
menggunakan fasilitas yang tersedia, serta
menggunakan talen yang ada. Event organizer dituntut untuk
membuat para konsumen merasa nyaman dengan
suasana yang mereka buat, sehingga konsumen merasa
tertarik untuk membeli produk produk yang dijual
olek klub.
Dalam prakteknya, keuntungan sebuah event
organizer diambil berdasarkan persentase keuntungan klub,
yaitu sebesar 15%, atau sesuai dengan perjanjian
yang telah dibuat oleh kedua belah pihak, tentu saja
semakin baik acara yang dibuat oleh sebuah event
organizer, maka semakin besar pula keuntungan yang
akan diraih.
Selain tingkat keuntungan, keberhasilan dari
sebuah event organizer dinilai dari beberapa faktor, seperti
kemampuan event organizer dalam menjaga acara,
dan tentunya konsistensi dari kualitas acara tersebut,
serta keunikan, karena konsumen sangat tertarik
dengan acara yang memiliki identitas tersendiri, dan
tentunya sudah tugas dari event organizer untuk
membuat sebuah acara hiburan ini menjadi bermakna.
Promosi merupakan senjata yang sangat ampuh
dalam menjalankan bisnis ini, karena sebaik apapun
kemampuan event organizer dalam menjaga kualitas
acara, dan sehebat apapun talent yang dipakai dalam
acara tersebut, para konsumen tetap tidak akan
datang tanpa promosi yang maksimal.
Bandung memiliki pangsa pasar yang sangat luas,
dimana animo masyarakat untuk menikmati hiburan
sangat tinggi, dimana hal tersebut bisa kita
lihat lewat jumlah rata rata konsumen yang datang dalam
setiap acara, dan para penikmat hiburan malam
ini terdiri dari berbagai kalangan dimulai para mahasiswa,
hingga para konsumen yang sudah cukup berumur.
Tantangan terbesar dari bisnis ini adalah
penjagaan nama dari perusahaan, dimana seperti yang kita
ketahui, kepercayaan dari klub dan konsumen
merupakan hal yang krusial yang harus dijaga oleh
perusahaan karena merupakan aset yang sangat
mahal, dan sulit untuk dibangun, karena butuh waktu
yang tidak sedikit bagi sebuah perusahaan event
organizer agar namanya dapat dipercaya.
Bagaimana cara memulai
bisnis EO?
Tidak ada yang dapat saya sarankan selain segeralah
mengambil tindakan. Tindakan apapun yang anda lakukan dalam usaha anda merealisasikan bisnis
EO anda adalah penting. Sekecil apapun tindakan itu, walaupun hanya berupa
menghubungi teman terdekat anda untuk meminta sarannya, adalah penting. Karena
tidak ada yang benar-benar dapat anda pelajari dari ebook ini, selain dengan
cara melakukan.
Seorang teman pernah mengajukan sebuah ide membuat event pelatihan internet
marketing. Ia menggambarkan dengan detail langkah-langkah yang bisa ia lakukan.
Ia telah memikirkan siapa target marketnya, bagaimana cara memasarkannya,
hingga kelanjutan pelatihan itu kedepannya. Hanya satu yang ia minta dari saya
untuk membantunya, yaitu mencarikan seorang trainer, dan membuat materi
pelatihannya, karena ia tidak punya waktu yang cukup luang untuk melakukannya.
Yah…akhirnya ide itu tidak pernah bisa direalisasikan. Anda tahu mengapa?
”Karena inti dari bisnis adalah produk yang
unggul, dan pemasaran yang menarik”.
Bila anda tidak dapat meluangkan waktu anda untuk benar-benar memikirkan
hal ini, maka sesungguhnya anda tidak memiliki bisnis. Karena bila anda
menyerahkan hal yang sangat penting ini kepada orang lain, maka hanya ada dua
kemungkinan yang akan terjadi pada bisnis anda,
yang pertama: event anda gagal,
yang kedua: ide anda akan dicuri orang lain.
Seorang teman pernah berkata bahwa otak kita sesungguhnya telah memiliki
semua jawaban atas segala permasalahan. Ketika kita ingin memulai bisnis EO,
sesungguhnya otak kita telah menyuguhkan berbagai alternatif jalan untuk
merealisasikannya. Masalah sesungguhnya adalah, maukah kita mengambil tindakan
atas berbagai alternatif itu?
Kita selalu menunda-nunda untuk take action karena merasa belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bisnis ini.
Namun sebenarnya disitulah urgensinya kita untuk segera mengambil tindakan…
tindakan apapun yang dapat memberi kita solusi pada akhirnya.
Jadi mulai sekarang apabila anda menemui hambatan dalam memulai bisnis
event organizer ini, jangan lagi bertanya ‘apa yang harus saya ketahui dari
bisnis ini?’ namun ubahlah menjadi ‘apa yang harus saya lakukan untuk
mengatasinya?’. Dengan pola pikir ini, otomatis anda akan belajar lebih banyak
dan lebih cepat untuk segera sukses dalam bisnis EO.
Event Organizer sudah berkembang pesat di Indonesia khususnya Jakarta dan
kota-kota besar lainnya, dari yang bergerak di bidang pertunjukan musik,
pameran produk (mobil, komputer, handycraft), sampai wedding pun tersedia.
Event Organizer sangat membantu pihak-pihak yang berminat mengadakan event
seperti launching product, company gathering, anniversary, exhibitions,
seminar, promosi, talkshow dan sebagainya, dari tahap persiapan sampai dengan
event berjalan lancar dengan baik, artikel ini bertujuan memberikan sharing
sejauh mana perkembangan Event Organizer di Indonesia khususunya Jakarta dan
kota besar lainnya, kemampuan dasar apa supaya sukses menjadi EO dan memuaskan
para kliennya dan apa saja yang kita akan dapatkan dengan menggeluti profesi
EO. Selengkapnya paparan singkatnya sebagai berikut.
Fungsi EO dalam mekanisme sebuah penyelenggaraan event-event yang
mengkoordinasi, melayani, men-support kepentingan para pihak. Misalnya Trainer,
Trainee, Vendor Training, transportasi dll, media massa, serta pihak-pihak
terkait lainnya. Perannya sangat penting melalui peran Event Organizer, anda
tidak perlu pusing untuk sebuah event karena anda harus fokus dalam
melaksanakan tugas pokok anda misalnya: training, seminar, workshop,
raker/rakernas dll.
Pertanyaannya, mengapa belum banyak yang bergelut di profesi Event Organizer
ini? Setelah ditelusuri ternyata biasanya suatu lembaga atau perusahaan bahkan
seorang trainer independent kondang, sudah memiliki EO sendiri. Fungsi EO
memang bisa dipercayakan pada 2 atau 4 orang saja dengan pembidangan tugas
masing-masing, tidak jarang banyak pula hanya memiliki satu orang untuk
menangani semua aspek pekerjaan (multi tasking). Jadi sangat jarang lembaga atau trainer
kondang tersebut mensubkan lagi tugas ini ke EO, tetapi apakah era ke depan
semua bisa ditangani sendiri?.
Memang biasanya pihak hotel sudah siap dengan segala perlengkapan yang
dibutuhkan atau pelayanan SDM, tapi benarkah sesederhana itu?
Ternyata tidak. Karena bagaimanapun untuk memiliki nilai lebih bagi customer,
seorang yang berprofesi sebagai EO ada prasyarat basic kemampuan yang harus dikuasai,
dengan makin luasnya ruang lingkup dan kompleksitas pekerjaan yang ditangani maka kemampuan yang dibutuhkan juga semakin
berkembang, misalnya networking, lobbying, negosiasi, presentasi, leadership
dll.
Untuk sementara ini saya ingin mengupas dulu beberapa kemampuan dasar dengan
tujuan dapat menjadi referensi pembelajaran bagi rekan-rekan yang mulai
berminat untuk menekuni profesi Event Organizer. Berikut beberapa kemampuan
dasar sebagai Event Organizer:
*Kemampuan
*Tuntutan Tugas
*Situasi yang dihadapi
*Analis
Mampu mengidentifikasi persoalan memilah dan milah fakta/informasi, mengkaji,
merumuskan dan mencari alternatif-alternatif solusi
Desain, Segmentasi peserta, memilih pengajar, rekomendasi
*Sistematis
Mampu menyusun alur, jadwal, serangkaian aktivitas yang dilakukan secara
bersamaan untuk terselanggaranya sebuah event training
Mendesain training, merencanakan jadwal pertemuan, menghitung mundur semua
aktivitas untuk terselenggaranya training, menyampaikan gagasan dalam On-stage
Customer Oriented
Sensitif terhadap situasi-situasi yang menuntut gerak cepat karena
ada kebutuhan customer untuk segera dilayani dengan tetap bersikap ramah.
Di kelas: AC kurang dingin, minuman habis, situasi belajar membosankan, meja
berantakan, spidol habis, speaker berdesis, mic mati, kertas flipcard habis dll
Dinamis
Memiliki image penampilan, cara bertindak dan cara bicara yang bersemangat,
cekatan, ekspresif, memiliki selera humor.
Menjadi MC, ice breaker, energizer, pemimpin game,leadership situasional dll
Up-date Knowledge/informasi
Tuntutan untuk tahu dan memahami background Trainee dan perusahaannya,
menghendaki TEO selalu harus meng-up date pengetahuan dan informasi yang
menunjang kesuksesan tugas, melalui berbagai referensi (buku, brosur, internet,
diskusi)
Desain, Report, Rekomendasi
Administratif
Ini sangat penting. Karena hampir semua aspek pekerjaan seorang EO
training, selalu terkait dengan kemampuan yang satu ini
Surat-menyurat, pendataan peserta, record training, perbanyakan materi,
sertifikat, ijin kegiatan, peminjaman ruang dll
Komunikatif
Memiliki keterampilan public speaking, interpersonal
communication yang supel, menyediakan waktu untuk ‘gaul’, mampu menuangkan ide
pikiran dengan bahasa yang mudah dipahami audience
Menjadi MC di kelas, memimpin dan melakukan meeting TNA, mengendus persoalan
Trainee
Event Organizer: Mempermudah Segala
Kegiatan untuk menyiapkan sebuah acara (event), dibutuhkan serangkaian tahapan. Mulai
dari perencanaan, persiapan, pendanaan, sampai prosedur teknis kegiatan itu
sendiri dari awal sampai akhir. Bagi awam, ini adalah pekerjaan yang
memusingkan dan menuntut kerjasama sebuah tim.
Sebelum menggelar sebuah acara, untuk tingkat kelurahan saja misalnya, pastinya
akan dibentuk semacam panitia. Panitia ini adalah sebuah tim yang terdiri dari
sekelompok orang dengan pembagian tugas masing-masing agar seluruh rangkaian
acara atau kegiatan itu bisa terselenggara. Sukses tidaknya acara itu,
tergantung penuh pada kesiapan, koordinasi dan kinerja panitia. Jika tidak,
pastilah acara akan berantakan.
Nah, kebutuhan sebuah pengorganisasian yang matang dalam mempersiapkan dan
menggelar sebuah acara ini menjadi peluang dalam bisnis jasa. Bukanlah hal baru
jika di banyak kota, khususnya kota besar, sudah muncul dan berkembang beberapa
jasa "panitia" yang bisa mengorganisir berbagai macam acara dan
kegiatan. Perusahaan yang menawarkan jasa seperti ini dikenal sebagai “event
organizer”.
Event organizer adalah jasa penyelenggara kegiatan, merupakan usaha yang
dilakukan untuk mempermudah perwujudan ide atau rencana menggelar sebuah event.
Event ini meliputi kegiatan-kegiatan seperti penyelenggaraan pameran, pameran
konvensi, pagelaran musik, pesta, seminar, peluncuran produk, konferensi pers
dan kegiatan lainnya, bisa disesuaikan dengan permintaan dari pengguna jasa
event organizer atau inisiatif event organizer sendiri.
Bentuk pemanfaatan event organizer juga beragam, misalnya untuk memastikan
terselenggaranya acara talk show, penarikan undian, fashion show, ajang lomba
dan sejenisnya atau kegiatan-kegiatan yang mendukung terselenggaranya suatu
kegiatan, baik sebelum, sesudah atau pada saat terselenggaranya kegiatan.
Misalnya seperti pemesanan gedung, penyediaan ruangan, persiapan interior,
penyediaan sound system, penyediaan penari latar dan sebagainya.
Perkembangan dunia usaha di Indonesia pasca badai krisis ekonomi yang melanda
negara ini sekitar tahun 1998, lambat laun mulai menunjukkan ke arah yang
menggembirakan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bermunculan segala bentuk
perusahaan, baik itu skala kecil maupun besar, mulai dari perusahaan makanan,
tansportasi hingga perusahaan jasa, termasuk juga event organizer.
Event organizer atau lebih dikenal dengan sebutan EO adalah sebuah lembaga
penyelenggara kegiatan hiburan atau pameran, yang dalam pekerjaannya dibantu
oleh stage manager (manajer panggung), koreografer, stage crew (kru panggung),
teknisi dan unsur pendukung lainnya.
Banyaknya permintaan dari perusahaan untuk menangani kegiatan perhelatan mereka
saat ini, mendorong munculnya beragam lembaga yang bergerak di bidang event
organizer.
Kemudahan yang ditawarkan oleh bermacam EO pun kini berubah menjadi semacam
kebutuhan. Kapan saja sebuah lembaga, perusahaan atau person menginginkan
terselenggaranya sebuah acara, maka EO menjadi solusi yang paling mudah. Dengan
kata lain, EO memang bisa mempermudah segala kegiatan. Kinerja EO yang
profesional tentunya sangat membantu pengguna jasa untuk mewujudkan ide-ide
penyelenggaraan event secara kreatif. Lalu muncul ungkapan, buat apa
susah-susah memikirkan semua [xxx] bengek rumitnya acara, serahkan saja pada
event organizer!
Sukses Acara Kreativitas dan Budget
Mewujudkan kesuksesan sebuah acara merupakan sebuah kerja keras dan dibutuhkan
konsep yang benar-benar matang. Tanpa adanya konsep yang jelas dan terarah,
tentu saja acara tidak bisa berlangsung dengan sukses.
Oleh karena itulah EO harus mampu mengarahkan klien (pengguna jasa) agar acara
yang direncanakan jelas arahnya. Pemaparan konsep harus diajukan sejelas
mungkin. Bahkan bila perlu, konsep tadi dilengkapi dengan gambar-gambar
bergerak seperti animasi, bukan hanya sekadar tulisan. Ini sangat membantu
klien memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap.
"Jelas itu sangat penting, karena itulah sebuah EO harus memiliki ide-ide
kreatif. Kita tidak ingin membuat suatu acara hanya sebatas acara biasa. Tetapi
alangkah baiknya jika acara tersebut dapat membuat kenangan tersendiri. Dari konsep
inilah semua rancangan acara akan kita buat," terang Williem Hasli,
Direktur Apple Advertising & Event Organizer ketika ditemui Global pekan
lalu.
Konsep yang kreatif inilah yang menjadi andalan setiap EO dalam mencari klien.
Biasanya pengguna jasa EO yang paling potensial adalah instansi ataupun
perusahaan. Dengan mengandalkan konsep yang telah ditawarkan, setiap EO mencoba
memberikan visi dan misi acara yang akan dibuat. Dengan kata lain, EO harus
mampu membuat sebuah acara yang sesuai dengan tema yang sudah ditentukan
kliennya.
"Konsep dalam sebuah acara adalah sesuatu yang vital. Tidak mungkin dalam
suatu acara kita menggunakan konsep yang sama. Makanya, ide kreatif menjadi
syarat utama dalam membuat suatu acara. Apalagi kita menangani acara bukan
hanya fokus pada satu acara saja, tetapi juga banyak acara, kan tidak mungkin
event management konsepnya sama dengan seminar," ungkap Johny S Tyo,
Direktur Pemasaran Expose The Integrated Marketing Communication.
Tergantung Budget
Membuat sebuah acara, tentu juga memerhatikan aspek kemampuan finansial sebuah
perusahaan. Jika perusahaan memang ingin membuat acara yang besar, tentu juga
harus didukung dana yang besar pula. Oleh karena itu, jangan memaksakan
keinginan saja, artinya ingin membuat acara yang besar, tetapi kemampuan budget
perusahaan tidak mencukupi.
"Semua tergantung dengan berapa budget dari perusahaan. Kalau memang
budgetnya besar, kita juga akan membuat acara tersebut sesuai dengan yang
diinginkan perusahaan," terang dr Julijamnasi, Direktur Mastermind.
Ungkapan yang sama juga diutarakan Williem Hasli, Direktur Apple Advertising
& Event Organizer. Menurut Williem, budget perusahaan sangat mempengaruhi
seberapa besar acara tersebut bisa dibuat. "Kita selalu mengingatkan klien
agar dalam membuat acara, kira-kira berapa budget yang sudah dipersiapkan
sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Johny S Tyo, Direktur Expose The Integrated
Marketing Communication mengiyakan pendapat Williem dan Juli. Bahkan
menurutnya, kalau memang budgetnya tidak memungkinkan, jangan terlalu
dipaksakan. "Event harus disesuaikan dengan budget perusahaan,"
tegasnya.
Faktor yang membuat besarnya budget yang harus dikeluarkan oleh perusahaan
dalam melakukan kegiatan di antaranya disebabkan oleh tempat di mana acara
tersebut diadakan. "Biasanya kalau masalah tempat, kita memberikan pilihan
indoor atau outdoor. Yang paling mahal tentu saja outdoor. Seperti yang pernah
kita lakukan, ada klien yang pernikahannya minta tempatnya di lapangan golf.
Maka kita harus menyewa lapangan golf tersebut," ungkap Rudi Kurnawan,
Master of Ceremony Apple Advertising & Event Organizer.
Selain itu, peralatan yang digunakan dalam acara tersebut juga perlu mendapat
perhatian khusus. Bahkan jika perlu, peralatan dan perlengkapan harus
didatangkan dari luar kota atau luar negeri. "Selain tempat, yang membuat
mahal adalah peralatan. Misalnya dalam pembuatan iklan televisi. Kadang kita
harus mendatangkan peralatan dari Jakarta, karena di Medan masih kurang,"
jelas Johny S Tyo.
Kedua faktor tersebut hanyalah beberapa dari banyak faktor yang menyebabkan
perbedaan harga yang ditawarkan oleh EO kepada klien. Oleh karena itu, harga
rata-rata yang ditawarkan beberapa EO di Medan bisa mencapai angka puluhan juta
hingga ratusan juta.
Sinergi EO dan PR
Pesatnya perkembangan perekonomian saat ini meniupkan angin segar pada
perkembangan bisnis. Hal ini juga mengimbas pada keberadaan bisnis jasa,
termasuk event organizer (EO). Bahkan EO seolah menjadi partner baru dalam
sebuah perusahaan.
Setidaknya EO bisa membantu peran public relation (PR) dalam sebuah perusahaan.
Melalui penggunaan jasa EO ini, PR perusahaan tidak perlu repot lagi dalam
menangani urusan seperti melakukan promosi produk misalnya.
Hubungan sinergi antara event organizer dengan public relations (PR) adalah
suatu kegiatan untuk menanamkan pengertian guna memperoleh good will, kerjasama
dan kepercayaan. Pada gilirannya akan mendapat dukungan dari pihak lain.
PR sebagai komunikator mempunyai fungsi ganda, yakni ke luar dengan memberikan
informasi kepada khalayak dan ke dalam menyerap reaksi dari khalayak. Oleh
sebab itu, PR dalam setiap lembaga/instansi/perusahaan merupakan suatu
keharusan fungsional dalam memperkenalkan kegiatan aktivitas kepada masyarakat
(khalayak). PR dituntut untuk dapat menjaga hubungan baik antara internal
publik maupun eksternal publik.
Mengadakan pelatihan terhadap karyawan, seminar, publisitas serta advertising
(periklanan) adalah sebagian dari sekian banyak tugas yang harus dilakukan oleh
PR. Untuk itu, PR harus benar-benar dapat menguasai kondisi internal maupun
eksternal perusahaan. Di sinilah peran dari EO dapat dimanfaatkan. Dengan
adanya EO inilah, peran PR sebagai pengonsep kegiatan dapat terbantu.
"Sepertinya tidak ada kesan tumpang tindih antara EO dengan PR. Bahkan
dengan adanya EO, maka PR perusahaan lebih terbantu, karena mereka dapat lebih
konsen terhadap tugas-tugas internal ataupun eksternal lain," ungkap Johny
S Tyo, Direktur Pemasaran Expose The Integrated Marketing Communication.
Tidak adanya tumpang tindih antara tugas PR dan EO juga diakui oleh dr
Julijamnasi, Direktur Mastermind Event Organizer. Menurut Juli, dengan adanya
EO justru dapat membantu tugas dari PR.
"Biasanya PR itu mempromosikan. Tapi kalau EO, memadukan promosi dengan
entertainment. Jadi dengan begini tidak akan menambah beban maupun tugas dari
PR, karena semua kegiatan promosi sudah ditangani EO," paparnya.
Keberadaan EO memang telah membina sebuah hubungan yang menguntungkan dengan
PR. Jika dulu PR dalam perusahaan masih sering merangkap menjadi EO, namun
dengan adanya EO profesional, tentu membuat PR lebih bisa menangani kondisi
internal maupun eksternal dengan lebih intens.
SKETSA
COMMUNITY
Sketsa Kommunity adalah
Bisnis Modal kecil : EVENT ORGANIZER
Bagi Anda yang senang berorganisasi dan
berhubungan dengan banyak orang, bisa jadi kesenangan itu akan menjadi jalan
untuk meraih pendapatan bisnis yang lumayan. Berbekal pengalaman berorganisasi,
Anda bisa mulai merintis bisnis event organizer (EO) yang kini semakin banyak
bermunculan. Peluang bisnis di bidang ini memang makin menjanjikan seiring
meningkatnya kebutuhan masyarakat akan jasa event organizer profesional.
Bisnis ini bisa kita mulai dengan menangani
event yang skalanya kecil terlebih dahulu. Misalnya acara peringatan tujuh
belasan di perumahan, peringatan hari besar nasional atau hari besar agama.
Nah, kalau sudah terbiasa dengan pola kerja seorang EO, barulah bisa kita
tingkatkan menjadi pengelola even yang lebih besar dan profesional seperti
seminar, workshop, atau training.
Kebutuhan utama dari bisnis ini terletak pada
ide dan ketrampilan eksekusi di lapangan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk
mendesain sebuah acara agar sesuai dengan kebutuhan klien. Untuk itu diperlukan
kemampuan untuk mengamati dan melakukan implementasi secara detail pada saat
even berlangsung.
Meski peluang masih sangat terbuka, agar jasa
kita terus menerus dipakai oleh klien, ada beberapa hal yang perlu kita bangun.
Hal utama yang harus terus kita asah adalah kreativitas, karena hal itulah yang
menjadikan kita berbeda dengan jasa EO lainnya. Sebagai EO kita harus kreatif
dalam mengemas sebuah konsep menjadi sebuah acara yang menarik sehingga tujuan
yang diinginkan oleh klien bisa tercapai. Untuk itu kita harus berani
mengajukan ide yang kreatif dan berbeda. Jika ide tersebut bisa diterima oleh
klien dan terbukti sukses, mereka akan puas dan bisa jadi akan terus memakai
jasa kita untuk menangani even even selanjutnya.
Ketika bisnis sudah mulai berjalan, ada baiknya
kita memiliki beberapa set property atau peralatan yang dibutuhkan untuk
terselenggaranya sebuah event. Biayanya memang bisa jadi cukup mahal,
tergantung spesifikasi yang dibutuhkan. Sebagai solusi, kita bisa mengajak EO
lain untuk bekerja sama dalam penyediaan peralatan setiap kali ada order yang
masuk.
Agar tampil lebih profesional, sebaiknya kita
mempunyai sekretariat atau kantor yang kita pakai sebagai pusat aktivitas. Tempat
ini bisa kita pakai buat meeting, presentasi atau tempat janji bertemu dengan
para klien. Sekretariat tersebut perlu dilengkapi dengan seperangkat komputer
yang terkoneksi dengan internet, telepon dan mesin faximile untuk kemudahan
komunikasi.
Selain staf administrasi, kebutuhan karyawan
biasanya adalah beberapa pekerja panggung/lapangan yang bisa dibayar per acara.
Staf administrasi perlu dibekali dengan kemampuan untuk membuat surat dengan
redaksional yang baik. Hal ini karena seorang EO pasti akan berhubungan dengan
berbagai pihak, diantaranya adalah pihak media massa, baik cetak maupun
elektronik. Selain staf administrasi, bisnis ini praktis tidak banyak
memerlukan karyawan tetap. Semua tenaga kerja yang dibutuhkan pada saat event
berlangsung bisa diperoleh dengan cara outsourcing.
Tantangan seorang EO diantaranya adalah
bagaimana mampu merumuskan konsep acara dan membreak downnya kedalam kegiatan
teknis yang sesuai untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh klien. Salah satu
tahapan paling penting justru ketika kita hendak menentukan tema besar yang
akan diangkat untuk sebuah event. Tema besar itulah yang nantinya akan dipecah
menjadi agenda-agenda kecil yang saling terkait dan mendukung. Apabila tema
besar yang diangkat cukup menarik, hal ini akan menjadi magnet tersendiri dan
besar kemungkinan akan memikat para sponsor untuk ikut berpartisipasi.
Makin sukses sebuah event yang kita buat, kita
akan makin dipercaya oleh klien untuk menangani berbagai event lainnya. Jika
sudah punya beberapa portofolio event, kita bisa ikut pitching untuk beberapa
proyek yang biasanya diselenggarakan oleh lembaga pemerintah atau berbagai
perusahaan swasta. Salah satu keuntungan bisnis ini adalah adanya pembayaran di
muka. Biasanya klien akan memberikan down payment minimal sekian persen,
tergantung dari kesepatakan yang kita buat. Besarnya nominal tentu saja
tergantung dari proyek yang kita tangani. Bisa jadi hanya puluhan juta rupiah,
tapi bisa juga sampai miliaran rupiah.
Perlu
Punya Database
Dalam mengelola bisnis EO, database mempunyai
peranan yang amat penting. Baik itu database sponsor, media, lembaga
pemerintah, mitra strategis, dan database klien itu sendiri. Database ini akan
sangat membantu terutama saat kita mendapatkan proyek yang harus disiapkan
dalam hitungan hari. Hal ini bisa saja terjadi dalam dunia EO. Karena kesibukan
klien, mereka sering kali memberikan order secara mendadak, dan mau tidak mau
kita harus bisa memberikan jasa yang terbaik dalam tenggat waktu yang cukup
ketat. Dalam praktiknya, bisnis ini memang membutuhkan kelincahan tingkat
tinggi dan jaringan yang luas.
Ada baiknya kita juga mempunyai database gedung
pertemuan atau hotel agar sewaktu waktu kita membutuhkan tempat, mereka bisa
menyediakan segera setelah kita melakukan kontak. Menjalin hubungan baik dengan
para pengelola gedung pertemuan atau hotel tersebut juga sangat penting untuk
memudahkan bisnis EO kita . Biasanya kita juga akan mendapatkan diskon khusus
jika melakukan booking sebuah ruangan di hotel untuk suatu periode tertentu.
Seorang EO juga perlu bekerja sama dengan para
pihak yang menyewakan segala perlengkapan yang biasanya dibutuhkan dalam sebuah
event seperti sound system, LCD proyektor dan sebagainya. Hubungan dengan
perusahaan percetakan atau advertising juga harus dibangun untuk mendapatkan
supply bahan promosi dengan harga yang bersaing. Sebaiknya kita tidak hanya
mengandalkan dari satu buah percetakan saja. Akan lebih aman jika kita
mempunyai beberapa supplier percetakan sehingga kita bisa membandingkan harga
dan membagi order jika kita dikejar oleh tenggat waktu yang ketat.
Kemampuan
Menjual
Kemampuan menjual sebuah acara juga penting bagi
seorang EO. Disamping untuk menggaet sponsor potensial, juga untuk bisa meraih
target audience yang dibidik. Para calon sponsor potensial ini biasanya tidak
akan ragu ragu untuk mendanai jika mereka melihat ada value lebih dari event
yang kita selenggarakan. Bukan tidak mungkin, seorang sponsor akan membooking
berbagai event yang akan kita selenggarakan sebagai wahana mereka berpromosi.
Entah itu sebagai sponsor tetap atau bahkan menjadi sponsor tunggal dengan
mendanai seluruh biaya event yang kita butuhkan. Sekali lagi, hal itu amat
tergantung dari kemampuan kita menjual konsep dan meyakinkan mereka bahwa event
yang kita selenggarakan sangat worth it bagi perusahaan mereka.
Berpikir
Detail
Tantangan lain seorang EO adalah bagaimana mampu
melihat hal hal yang sangat detil dalam sebuah acara. Mulai dari teknis acara
sampai perlengkapan yang sering kali jenisnya macam-macam. Seorang EO perlu
membuat run down acara yang berisi teknis acara dan semua hal yang diperlukan
selama acara tersebut. Dalam run down tersebut, akan bisa diketahui skenario
acara dari detik ke detik berikut segala perlengkapan yang dibutuhkan. Seorang
EO perlu memastikan ketersediaan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan sebelum
event dimulai. Tidak hanya itu saja, seluruh perlengkapan tersebut harus ditest
terlebih dahulu sehingga bisa berfungsi secara optimal.
Dalam hal tata letak panggung atau back drop,
seorang EO perlu memperhatikan tinggi ruangan. Hal ini berkaitan dengan ukuran
dan desain backdrop agar tampak lebih eye catching. Jika diperlukan, sebuah
mini garden bisa dibuat, dan dipercantik dengan teknologi variasi sinar lampu
yang bisa memperindah penampilan panggung. Jika tidak ingin repot, sebetulnya
semua jasa pembuatan panggung atau backdrop ini bisa di serahkan kepada pihak
lain yang profesional, tentu saja dengan imbalan atau fee yang telah
disepakati.
Pada saat hari H, sebagai EO kita juga harus
memastikan juga bahwa arus lalu lintas berjalan normal. Jika ada kondisi khusus
seperti program car free day untuk hari tertentu, kita harus mengantisipasinya
sejak awal. Sebagai contoh, jika kita mengadakan acara pada hari minggu di
sebuah gedung di sepanjang jalan Sudirman Thamrin, maka kita perlu memastikan
apakah pada hari tersebut ada program car free day atau tidak. Jika memang
bertepatan dengan program car free day, berarti kendaraan tidak boleh lewat
untuk waktu atau jam tertentu. Hal ini harus diantisipasi dengan memberikan
informasi sebelumnya mengenai jalur alternatif yang bisa ditempuh oleh para
undangan agar mereka mereka tidak kesulitan sampai ke tempat event berlangsung.
Pengalaman mengenai car free day ini pernah
penulis rasakan, ketika penulis dipercaya untuk mengelola sebuah event
komunitas entrepreneur di sebuah gedung di Jl Thamrin Jakarta Pusat. event
tersebut dilaksanakan pada hari minggu dan bertepatan dengan program car free
day. Penulis segera melakukan antisipasi dengan mengirimkan informasi selengkap
mungkin, termasuk mengenai jalur alternatif yang bisa ditempuh para undangan.
Untuk itu seorang EO juga perlu mengenal dengan baik, lokasi serta rute menuju
tempat sebuah event akan diselenggarakan.
Bagi Anda yang ingin menekuni bisnis Eo, ada
baiknya menyimak beberapa tips berikut ini :
1. Buat tim khusus yang terdiri beberapa orang.
Bisa dengan kawan sendiri. Yang penting punya komitmen yang tinggi. Tim inilah
yang nantinya akan berbagi tugas dalam menangani sebuah acara.
2. Tentukan segmen yang akan dipilih. Bisa
kalangan masyarakat umum, ataupun kelas tertentu, seperti kalangan korporasi
atau menengah ke atas.
3. Hindari ide yang biasa-biasa aja. Jangan
takut mewujudkan ide yang kelihatan gila tapi cukup inovatif. Usahakan sebuah
tema yang menarik dan berbeda untuk setiap acara yang ditangani.
4. Bangun relasi yang baik dengan para sponsor
dan media. Jaringan ini penting untuk membantu kesuksesan acara yang kita
selenggarakan.
5. Utamakan kualitas, bukan profit. Uang akan
ikut dengan sendirinya manakala kita mampu memberikan value bagi klien. Jika
klien merasa puas, mereka akan memakai jasa kita lagi di masa mendatang. Mereka
pasti juga akan bercerita dan itu akan menjadi promosi gratis buat kita.
6. Untuk membangun brand awareness, jangan
sungkan-sungkan untuk menangani acara sosial. Hal ini akan berdampak baik bagi
publisitas bisnis dan diri kita.
Sekali lagi, yang penting dalam bisnis ini
adalah kreativitas. Seorang EO pada dasarnya berjualan kreativitas. Hal-hal
yang berbau kreativitas inilah yang bisa bernilai tinggi. Untuk itulah seorang
klien yang merasa puas mau membayar mahal.
Bagaimana Gampang kan ?
Selamat berbisnis....