Bunaken merupakan tempat wisata yang memiliki keragaman hayati dan ekosistem dalam laut yang sangat terjaga akan keasliannya sehingga membuat banyak sekali orang yang melakukan penelitian di tempat ini untuk mempelajari ekosistem bawah lautnya. ?Hal lain yang sangat menarik bahwa Bunaken Manado juga di buka untuk tempat wisata rekreasi, di tempat ini kita dapat secara langsung melihat biota laut atau juga bisa melakukan snorkeling maupun diving untuk menikmatinya. Alhasil tempat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang juga membuat wisata pulau bunaken manado terkenal akan keindahan alam bawah lautnya yang terkenal hingga manca negara. Sehingga tidak jarang turis asing, jauh-jauh datang hanya untuk melihat dan menikmati keindahan bawah laut pulau bunaken.
Keberadaan?wisata Bunaken juga berpengaruh langsung pada masyarakat sekitar. Banyak masyarakat yang memanfaatkan hal ini untuk menambah pendapatan khususnya bagi yang bertempat tinggal di pesisir pantai, misalnya mereka menjual berbagai kebutuhan seperti? bersnorkling, diving, dan juga menyediakan tempat – tempat kuliner dan lain – lain. Dengan demikian keberadaan wisata bunaken ini juga membantu perekonomian masyarakat setempat.
Berwisata ke bunaken menjadi pilihan yang tepat bagi para pecinta dunia bawah laut. pulau ini telah di kenal akan keindahan bawah lautnya, bahkan disini merupakan spot terumbu karang terbaik di dunia. Pulau ini terletak di Sulawesi Utara tepatnya di kota Manado. Karena keindahannya itulah menjadikan tempat ini juga terkenal hingga kancah internasional.
Apabila anda ingin menikmati keindahan bawah laut, maka anda harus melalui dua kali perjalanan, Pertama anda dengan menggunakan kapal boat menuju ke tengah laut kemudian transit ke kapal kaca yang telah dipersiapkan dan dari sini kita dapat menikmati akan keindahan panorama bawah laut bunaken yang menakjubkan. Selain itu apabila kita ingin menikmati keindahan laut dengan jelas maka kita bisa menggunakan kapal selam yang ada. Akan tetapi kapal selam tersebut tidak akan beroperasi apabila laut keadaan pasang. dengan kapal ini anda akan dimanjakan keindahan secara langsung karena anda akan dibawa ke bawah permukaan air. Wisatawan yang datang kesana jumlahnya juga tidak sedikit, banyak dari mereka wisatawan lokal maupun wisatawan mancanergara yang sangat antusias dalam menyaksikan keindahan bawah lautnya. Tidak hanya itu saja pulau ini juga menawarkan keindahan pantainya.
Saat pertama kali kita mendengar kata samarinda yang terbayang pastilah sebuah kota yang tak begitu besar yang dilalui sebuah sungai yang cukup terkenal di Indonesia yaitu Sungai Mahakam. Sungai ini membagi Samarinda menjadi 2 bagian yaitu bagian Samarinda Kota dan Samarinda Sebrang. Kota Samarinda merupakan ibu kota provinsi dari Kalimantan Timur yang sekarang dipimpin oleh seorang walikota yang bernama H. Syaharie Jaang yang berpasangan dengan Nusyirwan Ismail. Juga di Samarinda tinggal atau bermukim Gubernur dan Wakil Gubernur dari Kalimantan Timur. Gubernur Kalimantan Timur bernama H. Awang Faroek. Jadi karena letak Samarinda yang berada disekitar daerah yang yang tergolong indah dan berada di tempat yang cukup aman atau jauh dari sumber bencana maka pantaslah jika saya berkata bahwa Samarinda tergolong sebuah kota yang pantas menjadi sebuah kota wisata. Mungkin bagi semua orang yang sudah datang ke Samarinda, dulu Samarinda kurang begitu menarik tetapi Samarinda yang dulu sangat berbeda dengan Samarinda yang sekarang. Keindahan dan kerapian juga tata kota sekarang telah diatur sedemikian rupa sehingga memenuhi semua yang harus dipenuhi sebagai sebuah ibu kota provinsi.
Di kota Samarinda ini terdapat Jembatan Mahakam yang paling alternatif untuk di lewati untuk bepergian ke Samarinda Sebrang atau beprgian ke Balikpapan. Di Kota Samarinda ini terdapat Jembatan yang baru saja diresmikan yaitu Jembatan Mahulu yang terdapat di daerah Loa Janan.
Sungai Mahakam juga salah satu dari bagian Kota Samarinda yang paling terkenal di kota Samarinda. Dahulu sungai ini sangat bersih dan indah dan sampai sekarang sungai mahakam mulai menjadi kotor dikarenakan semakin padatnya penduduk di kota samarinda ini, tetapi keindahannya masih bisa dirasakan saat malam hari tiba apalagi pada saat tahun baru yang kemaren yang sangt dipenuhi dengan kembang api dan itu tidak bisa saya deskripsikan keindahannya dikarenakan malam yang sangat indah.
Di Kota Samarinda juga terdapat beberapa mall yang sering di penuhin oleh penduduk kota samarinda dan sering di datangin dari beberapa kota yang ada di daerah Kalimantan Timur. Mall pertama yang ada dikota Samarinda ini setau saya adalah mall mesra indah. Mall yang baru saja dibangun dikota Smarinda yaitu Plaza Mulia dan Samarinda Square, di mall tersebut juga sering banyak didatangin oelh penduduk kota samarinda.
Kota Samarinda memiliki Maskot yang bernama Pesut Mahakam, jika ingin mengetahui bentuknya bisa dilihat di depan gedung Kantor Gubernur samarinda yang bertempat di jalan Gajah mada.
Objek wisata alam yang ada di Samarinda antara lain Air terjun Tanah Merah, Air terjun Berambai, Air terjun Pinang Seribu dan Kebun Raya Unmul Samarinda yang terdapat atraksi danau alam, kebun binatang dan panggung hiburan. Juga terdapat penangkaran buaya di Makroman yang berjarak sekitar 10 km ke arah timur dari pusat kota. Juga ada wisata budaya yaitu Desa Budaya Pampang yang menyajikan sebuah kesederhanaan masyarakat Dayak Kenyah dan jika kita beruntung saat kita dapat menyaksikan sebuah atraksi dari mereka atau upacara-upacara adat. Selain itu juga ada wisata alam religi. Beberapa contoh wisata alam religi adalah Islamic Center, Gereja Katolik St. Maria, Pura Jagat Hita Kirana, Kelenteng di Sidomulyo, Vihara Muladharma. Bagi umat Muslim Islamic Center merupakan salah satu wisata religi yang indah dan wajib anda kunjungi di saat anda berada di Samarinda.
Jadi, apa lagi yang kita tunggu segera Visit Samarinda Menuju KalTim Green 2014 !!!
Biarkan saya membagikan sedikit foto :
DENMARK merupakan negara Skandinavia yang paling kecil, namun memiliki pemandangan dan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Jika ada kesempatan berkunjung ke negeri kelahiran penulis dongeng HC Andersen ini, jangan lewatkan 10 tempat menarik ini.
1. Kronborg Castle
Puri Kronborg merupakan salah satu pemandangan terbaik di Denmark. Benteng yang terletak di dekat Helsingor, ujung timur laut Sealand ini menghadirkan sebuah inspirasi yang sebenarnya untuk "Elsinore" pada karya Shakespeare's, Hamlet, dan tetap menjadi atraksi populer di Denmark dari tahun ke tahun. Di Denmark, benteng ini disebut juga Kronborg Slot dan biasanya buka dari Selasa sampai Minggu, mulai pukul 11.00 -16.00 waktu setempat.
2. Jembatan Oresund
Jembatan Oresund adalah salah satu tempat untuk menyaksikan pemandangan yang tidak bisa dilewatkan di Denmark. Jembatan sepanjang 7.845 meter ini menghubungkan Swedia dan Denmark. Tercatat lebih dari 60.000 wisatawan dengan mobil atau kereta api datang setiap hari untuk melihat pemandangan laut yang indah dari jembatan yang dibangun tahun 1995 ini.
3. Legoland di Billund
Legoland di Billund ini jelas salah satu atraksi favorit di Denmark. Semua hal yang ada di sini terbuat dari ratusan bahkan jutaan blok lego. Ini adalah taman hiburan Legoland asli yang dibuka pada tahun 1968 dan menjadi daya tarik bagi banyak pengunjung Denmark setiap tahunnya. Tempat ini merupakan area hiburan untuk segala usia. Anda bisa menemukan Legoland di Billund, di jantung Denmark (150 mil barat Kopenhagen).
4. Kota tua Aarhus
Kota Aarhus merupakan kota tua bersejarah yang tanpa diragukan lagi merupakan salah satu tempat wisata terbaik di Denmark. Kota ini terletak di pantai Timur Jutland (Semenanjung barat Denmark). Disini Anda bisa melihat rumah tua yang indah dengan cat berwarna cerah, toko-toko kecil, serta makanan dan minuman yang ditawarkan, dan banyak hal lagi untuk dilihat. Dari bulan Januari sampai Maret Anda akan mendapat diskon 50 persen saat masuk ke tempat ini dan anak-anak di bawah usia 18 tahun selalu gratis.
5. Pulau Bornholm
Bornholm adalah sebuah pulau di Laut Baltik. Pulau ini terletak di Timur Denmark dan Selatan Swedia, dengan julukan "Mutiara dari Baltik". Di sini ada pantai yang indah, banyak jalur sepeda, dan arsitektur dari tahun 1800. Anda tidak perlu sebuah mobil di Bornholm karena bus, sepeda, dan taksi Denmark ada di mana-mana. Untuk sampai ke Bornholm, Anda bisa terbang ke Bandara Ronne-Bornholm atau menggunakan kapal feri.
6. Pantai-pantai di Denmark
Berbicara pantai berpasir yang panjang, tidak peduli berapa tahun Anda berada di Denmark, Anda tidak perlu kehilangan perjalanan ke pantai terdekat. Pada bulan Juli dan Agustus, pantai-pantai di Denmark cukup hangat untuk berenang. Garis pantai dari Denmark dengan bukit pasir kehijau-hijauan adalah pemandangan yang selalu berubah. Sebagai saran, bawalah kamera Anda saat melihat bunker Perang Dunia II dan mercusuar.
7. Puri Amalienborg
Puri Amalienborg di Kopenhagen adalah kediaman musim dingin bagi keluarga Kerajaan Denmark, dan juga merupakan atraksi yang sangat populer di Denmark. Dengan gaya yang usang, Puri Amalienborg menggabungkan empat seragam eksternal (tetapi secara internal berbeda) istana-istana di sekitar halaman. Di sini Anda bisa menyaksikan pergantian penjaga setiap harinya. Istana ini biasanya buka mulai pukul 11.00 sampai 16.00 waktu setempat pada hari-hari yang telah ditentukan sebelumnya
8. Little Mermaid
Apa daya tarik terbesar Denmark, namun dilain pihak juga yang terkecil? Jawabannya adalah Little Mermaid di Kopenhagen yang hanya setinggi 4 m. The Little Mermaid duduk dekat dengan pantai pelabuhan kapal pesiar "Langelinie", di daerah pelabuhan Nyhavn. Hanya memerlukan waktu sebentar dengan berjalan kaki dari dermaga pelayaran utama, di dekatnya banyak atraksi utama lainnya dan juga lokasi untuk melihat arsitektur di Kopenhagen.
9. Taman Tivoli, Kopenhagen
Jika Anda mengunjungi ibukota Denmark, Anda tidak bisa mengabaikan Taman Tivoli. Terutama jika Anda bepergian dengan keluarga. Tivoli harus berada di bagian atas daftar tempat-tempat wisata di Denmark. Di sini Anda bisa menemukan taman yang tenang dan aktivitas untuk anak-anak. Taman hiburan yang dibuka sejak tahun 1843 ini buka setiap hari di musim panas dari pukul 11.00-22.00 waktu setempat.
10. Stroget
Stroget merupakan jalan perbelanjaan terpanjang di Eropa dan juga merupakan salah satu wilayah di Denmark yang harus dikunjungi. Stroget paling terkenal untuk wisata berbelanja. Berbagai merek internasional terkenal seperti Prada, Max Mara, Louis Vuitton, Cerutti, Mulberry, Chanel, Marlboro, Karen Millen, Hermes dan Boss bisa ditemukan di ujung jalan menghadap ke Kongens Nytorv.
Jika anggaran terbatas, Anda dapat terus turun menuju City Hall Square, di mana Anda bisa menemukan toko seperti Hennes dan Mauritz, Vero moda, Bik Bok, Hanya, Vila, dan sepatu Bianco.
Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek asal Indonesia,
Ridwan Kamil. Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris.
Di dalamnya, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi — untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami. Dinding museum dihiasi gambar orang-orang menari
Saman, sebuah makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religius
suku Aceh.
[2] Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami.
[1]
Bangunan ini memperingati para korban, yang namanya dicantumkan di dinding salah satu ruang terdalam museum, dan warga masyarakat yang selamat dari bencana ini.
[2]
Selain perannya sebagai tugu peringatan bagi korban tewas, museum ini juga berguna sebagai tempat perlindungan dari bencana semacam ini di masa depan, termasuk "bukit pengungsian" bagi pengunjung jika tsunami terjadi lagi.
[2]
Salah satu ikon wisata di Sumatra Barat adalah Jembatan Siti Nurbaya. Konon, jembatan ini merupakan tempat pertemuan pasangan kekasih Siti Nurbaya dan Samsul Bahri, tokoh dalam novel karangan Marah Roesli. Dari atas jembatan ini, banyak kawasan menarik yang dapat dilihat. Antara lain bukit Gunung Padang, bangunan-bangunan tua karya kolonial Belanda, kampung Pecinan, dan perahu tradisional yang hilir mudik di Muara Batang Arau.
Jembatan Siti Nurbaya memiliki panjang 60 meter. Jembatan ini menghubungkan kota tua Padang dengan Taman Siti Nurbaya, tempat Siti Nurbaya dimakamkan. Jalan di jembatan ini retak-retak akibat diguncang gempa 7,6 skala Richter, 30 September silam.
Gempa juga membuat warga di sekitarnya trauma. Jika biasanya Ahad pagi jembatan ini ramai dengan orang-orang yang berolah raga, kini justru sepi.
 |
| geylang Road,from google image |
Bagi anda yang sering atau pun pernah berkunjung ke negara Singapura,tentu sudah tidak asing lagi dengan tempat yang satu ini.sebagaimana kita ketahui negara yang bertetangga dengan Indonesia ini mempunyai segudang tempat menarik untuk di kunjungi.Sebagai salah satu kota transit dunia,singapura sadar betul akan hal itu.maka tak heran jika anda berkunjung ke sana,anda akan di manjakan dengan berbagai macam kesenangan yang bersifat duniawi dengan mudah di dapatkan.contohnya jika anda orang yang gila belanja dan menyukai merek-merek ternama dunia di sinilah tempatnya,bahkan di bulan-bulan tertentu kita mengenal akan adanya Singapura great sale yang mampu menarik wisatawan asing dari seluruh dunia untuk berkunjung ke negara yang mendapat julukan sebagai negeri singa tersebut.
Di balik kota metropolitan yang hingar bingar dengan segala macam problemanya.ternyata negara ini pun mempunyai kehidupan malam yang cukup menarik.kehidupan yang dapat memberikan kenikmatan sesaat bagi setiap orang yang datang berkunjung.mulai dari tempat karaoke,panti pijat sampai pelacuran.
Geylang adalah salah satu kawasan perumahan padat penduduk.lokasinya terletak di timur sungai Singapura.seiring dengan perkembangan jaman daerah ini kemudian menjadi salah satu tempat prostitusi di negara singapura.Geylang juga merupakan distrik lampu merah di singapura.daerah ini di bagi menjadi dua bagian yaitu utara dan selatan yang di pisahkan dengan Geylang Road.
 |
| geylang distrik,from google image |
Tak seperti di lokalisasi Saritem atau Dolly,bisnis esek-esek di negara ini memang di legalkan.maka jangan heran para psk nya pun menembus antar lintas negara seperti philipina,Thailand,Indonesia,cina dan ada juga yang lokal.dari Indonesia kebanyakaan mereka berasal dari kepri(kepulauan riau)dan Batam yang memang jaraknya sangat dekat dengan singapura.lorong 4,6,8,12,18 biasanya para psk ini mangkal.sedangkan lorong 13 geylang sudah menjadi kawasan pelacuran sejak 1819.
kalau ingat geylang jadi ingat waktu daku tinggal dan pekerja di sana.waktu itu daku bekerja di salah satu kapal penumpang(pesiar)berbendera Bahama.biasanya kalau kapalnya bersandar 1x24 jam,daku dan teman-teman suka jalan-jalan ke kota ini.memang sich hampir tiap hari kapal bersandar di Singapura Cruise Center,tapi cuma 2 atau 3 jam.kalau 2 atau 3 jam daku gak pernah turun ke singapura karena waktunya terbatas.Takut kan begitu lagi belanja-belanja pas mau pulang gak taunya kapalnya dah berlayar lagi,(sayonara kata orang jepang),kan gak lucu.
kalau kapalnya bersandar seharian penuh inilah saat-saat yang nantikan oleh seluruh kru,karena bisa puas seharian penuh berkeliling Singapura tanpa takut kapal berlayar.pokoknya di dalam kapal tuh gak ada orang semuanya pada jalan-jalan dengan berbagai macam tujuan yang berbeda.Daku pribadi mah biasanya makan,jalan-jalan,belanja(kalau ada uang).
 |
| Geylang in Singapore,from google image |
Bagi lelaki yang sudah beristri maupun yang belum,(teutama hidung belang)kawasan geylang menjadi salah satu solusi terbaik.hanya dengan membayar 50 SGD(Dollar Singapura,masa itu)sudah dapat berkencan dengan wanita idaman(short times)yang kebanyakan berasal dari negara gajah putih(Thailand).gadis cantik dan putih mulus ini di tempatkan dalam ruangan,laksana etalase toko.dan di beri nomor pada tiap perempuan tersebut.jadi pertama-tama,anda lihat-lihat dulu di etalase pajangan , jika berminat tinggal tunjuk no berapa lalu take a way(makanan kali).
Cerita di atas berdasarkan pengalaman pribadi salah seorang(bukan penulis)yang pernah berkunjung dan memakai jasa layanan tersebut.kalau penulis masa itu baru berumur antara 20-21,jadi belum kepikiran yang begituan,maunya jalan-jalan,makan,belanja,cuci kaki,gosok gigi dan tidur.(masih lugu).love,peace and gaul.
Setelah semalaman dalam perjalanan dari Duri, akhirnya pas azan shubuh berkumandang dari masjid maupun mushalla, mobil travel yang saya tumpangi memasuki pusat kota Payakumbuh.
Begitu melihat masjid Muhammadiyah yang terletak pas di sudut pertigaan jalan Sudirman dan jalan Bunian, saya minta turun kepada pengemudi. Saya di turunkan persis di depan pasar, sekitar 100 meter dari masjid.
Begitu turun dari mobil saya langsung di songsong oleh ojek yang langsung menawarkan jasanya, tapi karena tanggung untuk naik ojek untuk jarak sedekat itu, saya menolaknya sambil menunjuk masjid yang menjadi tujuan saya.
Dengan tas punggung di belakang dan tas kamera di bagian depan, serta satu kantong plastik di tentengan, saya berjalan menuju masjid. Sampai di masjid langsung mengambil wudhuk, setelah itu naik ke lantai dua masjid, dimana saat itu shalat subuh tengah berlangsung. Ketika saya bergabung dalam jama’ah, saya sudah ketinggalan satu rakaat.
Selesai shalat subuh kembali saya mengemasi barang bawaan. Keluar dan turun dari masjid, saya sejenak berdiri di halaman, melihat perkembangan masjid maupun lingkungan sekitarnya, sambil menerawang ke masa 40 tahun yang lalu, saat masjid itu masih berlantai satu dengan lantai yang masih kasar belum diberi keramik serta dinding yang sebagian masih kelihatan bata merahnya.
Setelah merasa cukup melihat keadaan sekitar masjid, saya lalu berjalan keluar dari pekarangan masjid, berbelok kekanan dan berjalan di trotoar, lalu sekitar duapuluh lima meter berbelok lagi ke kanan, masuk gang sepanjang 50 meter, lalu masuk pekarangan sebuah rumah. Itulah rumah “orang tua” saya, bila saya berada di Payakumbuh.
Ibu Darman, demikian nama “ibu” saya tersebut, di ambil dari nama almarhum suami beliau Dharmansyah Thaher, “ayah” saya yang telah dipanggil menghadap-Nya, beberapa tahun yang lalu.
Saya menuju paviliun di sayap belakang rumah, menggetok pintu sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum…”
Pada ucapan salam kedua, pintu terbuka diiringi jawaban salam. Dari balik pintu muncul ibu Darman.
Berpisah 13 tahun setelah pertemuan terakhir lebaran tahun 1997, membuat ibu Darman agak pangling melihat saya. Sebagaimana biasa bila bertemu dengan kenalan yang berpisah cukup lama, saya tak langsung memperkenalkan diri.
Melihat kebingunan ibu Darman saya lalu tertawa, dan dari tawa sayalah beliau langsung menebak nama saya, lalu kemudian mengajak masuk rumah.
Dari paviliun kami langsung menuju ruang tamu di rumah induk. Setelah meletakkan barang bawaan, saya lalu ngobrol dengan ibu dengan di temani teh manis panas yang beliau hidangkan.
Dalam obrolan kami pagi itu, beliau bercerita bahwa anak-anak yang masih tinggal bersama beliau sekarang tinggal tiga putra beliau. Okdarul Sadli yang biasa dipanggil Del sebagai putra tertua, yang setelah isterinya meninggal kembali ke rumah bersama anaknya, serta Wira yang sampai saat ini masih membujang. Satu lagi Husnuzan, putra beliau yang lain tinggal bersama di rumah keluarga isterinya.
Mereka bertiga inilah yang meneruskan bisnis ayah mereka, percetakan Eleonora, yang telah berusia sekitar 50 tahun.
Setelah mengobrol cukup lama yang belakangan juga di temani Del, saya pamit untuk melihat situasi kota Payakumbuh yang telah 33 tahun saya tinggalkan, setelah terakhir saya sempat tinggali selama 6 bulan hingga akhir tahun 1977. Kalaupun saya sempat singgah di tahun-tahun setelah itu, hanyalah numpang lewat, atau singgah untuk semalam
Keluar dari rumah, di mulut gang saya belok kekanan, berjalan melewati jalan Sudirman. Matahari mulai memancarkan cahayanya, menghangatkan suasana pagi yang baru saja ditinggalkan embun malam. Suasana jalanan masih sepi, namun geliat kehidupan kota mulai kelihatan bergerak. Toko-toko satu persatu kelihatan mulai dibuka pemiliknya. Kendaraan umum angkutan kota satu persatu mulai memperlihatkan diri, membawa penumpang kearah tujuan masing-masing.
Dengan beragam kenangan yang menyeruak dari dalam dada, saya menyusuri jalan Sudirman yang pagi itu terlihat begitu lebar. Di sebelah kanan dengan halaman yang terhampar luas, berdiri dengan megah bangunan bergonjong, ciri khas bangunan rumah gadang Minangkabau. Itulah bekas kantor Bupati Kabupaten 50 Kota, yang kini telah beralih fungsi, sebagai kantor dinas, setelah Payakumbuh berkembang jadi Kotamadya.
Disebelah kiri jalan, itulah pusat pasar kota Payakumbuh. Seakan membelah pasar menjadi dua bagian, di tengahnya, dari arah barat ke timur membentang jalan Ahmad Yani. Di sisi barat, jalan ini bermuara di jalan Sudirman dan berhadapan langsung dengan gerbang Gonjong Limo, pintu gerbang bekas kantor Bupati 50 Kota. Sementara di timur, di kejauhan terlihat Gunung Sago sebagai latar belakang, seakan penjaga yang berdidri kokoh mengawal kota Payakumbuh.
Setelah mengambil beberapa foto, saya mencari outlet yang menjual voucher untuk telepon genggam saya, tapi tak satupun counter voucher yang saya temukan telah buka pagi itu.
Saya punya tiga agenda hari itu, yaitu: menemui keponakan saya yang tahun lalu menikah dengan gadis Payakumbuh, pergi ke Halaban di kaki gunung Sago
Menyusuri jejak leluhur Winda Krisnadefa, dan terakhir singgah ke Panti Asuhan Aisyiyah-Muhammadiyah Payakumbuh di Labuah Basilang, atau tepatnya di Padang Tiakar, sekitar 500 meter dari Labuah Basilang. Tapi sebelum pergi menyusuri agenda saya, sarapan pagi lebih dahulu adalah jalan terbaik, rumah makan Asia Baru yang berlokasi di sudut pasar di jalan Sudirman, yang saya ketahui telah berusia lebih dari empat puluh tahun menjadi tujuan pertama saya.
Saya belum tahu dimana kampung istri keponakan saya Dafris, waktu saya telpon katanya segera akan datang. Tapi karena terasa agak lama menunggu, saya lalu mengirim sms bahwa saya akan pergi ke Halaban lebih dulu.
Dalam perjalanan menuju Halaban, saya tak langsung mencari kendaraan yang menuju kesana. Dari rumah makan Asia Baru, saya berjalan menuju jalan Ahmad Yani yang berjarak hanya sekitar seratus meteran.
Saya menyusuri jalan Ahmad Yani, sebuah jalan yang berpengaruh besar terhadap kemampuan membaca saya, yang di kelas 1 Sekolah Dasar mendapat nilai merah seperti halnya mata pelajaran yang lain, hingga saya tidak naik ke kelas dua.
Dengan sedikit mengancam tidak akan sekolah lagi kepada pimpinan panti asuhan dimana saya tinggal dan di asuh, akhirnya saya di masukkan kekelas dua, dengan cara pindah sekolah. Asrama kami yang tadinya di Bunian lalu pindah ke Labuah Basilang mendukung apa yang saya inginkan itu.
Perjalanan saya bolak-balik dari pasar ke asrama yang melewati jalan Ahmad Yani inilah yang membuat kemampuan membaca saya meningkat dengan pesat. Tanpa disadari, kebiasaan saya membaca setiap nama toko di sepanjang jalan antara Labuah Basilang hingga ke pasar itu, bagaikan arena pelatihan membaca saya yang sesungguhnya. Hingga akhirnya saya hafal semua nama toko dan urutannya di sepanjang jalan yang saya lewati itu.
Terminal baca saya terakhir adalah sebuah tempat tukang pangkas Sinamar yang terletak di jalan Karya. Tempat pangkas itu setiap hari berlangganan surat kabar Haluan yang terbit di Padang. Berawal hanya dari mengisi teka teki silang yang saya bacakan pertanyaan dan di jawab oleh si pemilik tempat pangkas yang bernama pak Darusan, yang kemudian saya isikan di TTS itu. Itu adalah awal kebiasaan saya membaca koran, hingga menjadi kecanduan.
Asyik berjalan sambil mengenang masa lalu, tanpa terasa saya telah sampai di jembatan Ratapan Ibu, satu kilometer dari bekas kantor Bupati.
Jembatan ini mempunyai sejarah yang panjang. Dimasa pembangunannya, ratusan pekerja tenaga rodi di kerahkan oleh Belanda. Di masa perang mempertahankan kemerdekaan 1949, jembatan ini menjadi saksi bisu kekejaman Belanda. Mayat-mayat para pejuang yang tewas dalam perang mempertahankan kemerdekaan, di buang oleh Belanda kedalam Batang Agam, nama sungai yang mengalir dibawah jembatan ini. Dari peristiwa inilah maka jembatan ini dinamai Jembatan Ratapan Ibu
Namun beberapa puluh tahun setelah masa kemerdekaan, jembatan ini beralih fungsi menjadi arena basicontiak, bahasa daerah Payakumbuh untuk istilah berpacaran. Dengan berjalan kaki bagi yang tinggal di sekitar Labuah Basilang, Ibuah atau Nunang atau kampung lain di sekitar sana. Atau dengan bersepeda, bagi mereka yang tinggal agak berjauhan, sore menjelang malam. Di sekitar jembatan ini ramai dengan muda-mudi yang tengah memadu kasih. Kemudian bubar menghilang bila manggrib telah menjelang.
Saya terus berjalan melewati jembatan Ratapan Ibu ini, beberapa ratus meter kedepan saya sampai di Ibuah.
Sampai terakhir saya di Payakumbuh menjelang akhir tahun tujuh puluhan, dikiri kanan jalan yang saya lewati itu masih berupa pesawangan. Disana hanya ada sawah-sawah yang membentang, atau kebun-kebun penduduk sekitar.
Tapi saat ini, Ibuah telah berubah fungsi menjadi pasar induk sayur mayur yang cukup besar di Payakumbuh. Beberapa pohon mengkudu yang tumbuh di sisi jalan, yang dulu tempat beristirahat dari kepanasan bagi pejalan kaki, serta tempat mangkalnya tukang pangkas angin berembus. Alias tukang pangkas keliling yang bermodalkan bangku lipat, serta peralatan yang di bawa dalam tas. Kini tak ada lagi, kecuali sebatang beringin yang masih dibiarkan tersisa, sebagai warisan masa lalu.
Setelah melewati Pasar Ibuah, menjelang pendakian Labuah Basilang. Sayapun naik angkutan kota yang menuju Halaban. Setelah sebelumnya menanyakan pada tukang parkir di depan pasar Ibuah, angkutan kota yang mana yang menambang ke jurusan Halaban.
Begitu saya naik angkutan kota, perjalanan saya menyusuri jejak leluhur Winda Fitriani, alias Winda Krisnadefa pun dimulai…
Rumah makan Asia Baru tempat saya sarapan pagi, tetap bertahan lebih dari 45 tahun, dengan tempat yang telah di renovasi sesuai tuntutan lingkungan…
Bagian selatan jalan Sudirman Payakumbuh di pagi hari, masih sepi. Foto diambil dari depan Rumah Makan Asia Baru.
Bagian Utara jalan Sudirman, sebelah kanan adalah Pasar Payakumbuh, sementara sebelah kiri adalah bekas kantor Bupati Kabupaten 50 Kota, yang semenjak Payakumbuh menjadi Kotamadya beralih fungsi menjadi beberapa kantor dinas
Tugu Adipura, penempatan yang di paksakan di tengah Jalan Sudirman persis didepan pintu gerbang bekas kantor Bupati dan mulut jalan Ahmad Yani. Kedepannya, melihat perkembangan kendaraan bermotor yang meningkat pesat, tugu Adipura ini akan menjadi sumber kemacetan lalulintas di pusat kota Payakumbuh
Jalan Ahmad Yani yang membelah dua pasar Payakumbuh. Sayang jembatan penyeberangan yang tak berfungsi efektif serta dipenuhi spanduk reklame yang centang perenang, merusak landskap pemandangan kearah Gunung Sago. Pemandangan indah ke Gunung Sago tak akan terhalang bila seandainya jembatan penyeberangan ini di buat di bawah tanah atau underpass jalan Ahmad Yani ini.
Dari simpang empat jalan Tembakau, jalan Gambir dan jalan Ahmad Yani ini, Pemandangan ke Gunung Sago yang sedang tertutup awan yang bagaikan Penjaga yang berdiri kokoh mengawal kota Payakumbuh, terpampang jelas
Pangkas Sinamar di jalan Karya,
Jembatan Ratapan Ibu yang melintasi Batang Agam, punya sejarah yang panjang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Jembatan Ratapan Ibu yang dibangun pada zaman penjajahan Belanada, difoto dari saluran irigasi yang airnya bersumber dari bagian hulu jembatan Ratapan Ibu yang juga berfungsi sebagai dam.
Aliran Batang Agam di foto dari atas jembatan Ratapan Ibu. Dari atas jembatan inilah mayat-mayat para pejuang pembela kemerdekaan Republik Indonesia di buang dengan cara di lemparkan ke dalam sungai yang mengalir di bawah jembatan ini.
Sebuah Prasasti di Pangkal jembatan dibuat untuk mengenang jasa para pahlawan pembela kemerdekaan dari penjajah tanah air itu.
Sebuah patung berupa seorang ibu yang berdiri tegar melepas kepergian sang pahlawan dibuat di ujung seberang jembatan.
Beberapa ratus meter dari jembatan Ratapan Ibu, pemerintah kota Payakumbuh membangun pasar induk sayur mayur di Ibuah, yang kelihatan di sebelah kanan jalan, tertutup pohon beringin.
Jika Anda bepergian ke
Hongkong melalui agen wisata, sebagian besar hongkong tour akan menyertakan 3 tempat utama ke dalam rencana perjalanan wisatanya – The Peak, Star Ferry dan Temple Street Night Market. Victoria Peak atau Puncak Victoria adalah salah satu tempat wisata yang paling terkenal dan juga sebagai favorit wisatawan lokal di Hong Kong. Tempat ini terletak di Pulau Hong Kong dan juga merupakan tempat tertinggi di pulau itu. Berdiri di atas puncak, anda dapat melihat salah satu pemandangan malam terbaik dari Hong Kong dan oleh karenanya Hong Kong memperoleh ketenaran dan kemuliaan sebagai Mutiara Timur. Transportasi paling umum untuk mengakses ke Puncak akan menggunakan Peak Tram.
Anda dapat membeli tiket trem dari terminal yang lebih rendah, yang hanya berjalan kaki 10 menit dari pintu keluar J2 di Stasiun Pusat MTR (Mass Transit Railway), atau Bus 15C dari Star Ferry, dengan uang tunai atau Octopus Card. Anda juga bisa membeli tiket hongkong tour untuk mendapatkan akses ke Sky Terrace, titik tertinggi di Puncak, di mana Anda bisa memandang 360 derajat keseluruhan dari pulau Hong Kong dan bahkan beberapa pulau kecil di sekitarnya.
Selain
pemandangan spektakuler selama siang dan malam, Anda juga dapat mendapatkan pengalaman belanja di Peak Galleria, di sini Anda bisa menawar dengan harga yang bagus dan membeli berbagai cinderamata yang unik. Ada banyak juga restoran yang menyajikan berbagai masakan dengan atmosfer dan pengalaman bersantap yang tak mungkin dilupakan. Jangan lupa untuk memilih hotel hongkong yang akan menjadi tempat bermalam Anda sembari menikmati tempat ini. Museum Lilin Madame Trussauds yang terkenal juga merupakan salah satu dari daya tarik pada Puncak. Kunjungi museum ini dan Anda akan dapat menemukan patung-patung lilin dari banyak tokoh terkenal baik itu artis lokal Hong Kong maupun internasional.
Star Ferry adalah salah satu daya tarik yang paling signifikan dan mewakili pariwisata Hong Kong. Kapal feri ini datang dan pergi antara Kowloon dan Hong Kong sejak 1888. Meskipun terowongan yang dibangun di bawah pelabuhan telah menjadi jalan alternatif hongkong tour antara kedua pulau, banyak orang masih lebih suka untuk menggunakan kapal feri. Star Ferry juga sangat populer di kalangan wisatawan karena mereka dapat mengambil waktu untuk melihat pemandangan di kedua sisi. Biaya transportasi ini sangat rendah, tiket untuk dek bagian atas adalah HK $ 2,20 sementara untuk dek yang lebih rendah hanya HK $ 1.70. Ini adalah salah satu penawaran-penawaran termurah Anda bisa melihat panorama yang sangat indah.
Dengan kapal feri, Anda tidak akan menemui kemacetan sehingga bisa menghemat waktu perjalanan, karena hanya diperlukan 10 menit perjalanan saja. Keindahan ketika melakukan hongkong tour dengan feri adalah ketika anda melihat matahari terbit di balik gedung-gedung pencakar langit. Jam operasionalnya antara 7:00-11:00, waktu yang terbaik untuk mengunjungi Hong Kong. Jangan lupa untuk mengunjungi disneyland hongkong. Tempat hiburan semacam disneyland hongkong ini menawarkan kegembiraan bagi seluruh keluarga. Taman ini dibagi menjadi empat atraksi utama: Tomorrowland, Adventureland, Fantasyland, dan Main Street, USA di mana Anda sekeluarga bisa menghabiskan hari yang menyenangkan.
Kegiatan hongkong tour tidak lengkap tanpa kehidupan malam dan Temple Street Night Market. Terletak di Yau Ma Tei, adalah salah satu pasar malam yang paling populer di Hong Kong. Orang menghabiskan malam mereka bergaul dengan teman-teman di sana sementara wisatawan menemukan daya tarik tempat ini sebagai pasar malam yang menjual berbagai jenis barang dagangan. Anda dapat menemukan cinderamata, sepatu dan tas tangan hingga aksesoris telepon, berbagai macam jam tangan replika dan produk palsu tapi berkualitas tinggi, bahkan CD atau DVD bajakan dan sebagainya.
Temukan makanan lokal di sana, yang dikenal sebagai ‘Dai Pai Dong’ di mana Anda bisa merasakan masakan yang lezat. Kegiatan lain sebelum anda beristirahat atau berkeliling mencari hotel hongkong sebagai tempat menginap, Anda harus melihat Opera Kanton artis jalanan. Opera Kanton memiliki sejarah panjang Hong Kong, yang dikenal sebagai ‘Yuet Cok’. Setiap opera mengungkapkan cerita menyentuh dan Anda akan mengenal budaya lokal dan sejarah melalui opera.
Pencarian terpopuler: tempat wisata di hongkong 2011, wisata hongkong, tempat wisata paling populer di hongkong, waktu terbaik untuk mengunjungi hongkong, tour ke hongkong, tempat liburan di hongkong, tempat favorit di hongkong, sejarah dan wisata hongkong, perjalanan hongkong -macau via ferry, pasar malam makanan di hong kong.
Ocean Park Hong Kong - Tempat Hiburan Yang Paling Asyik
Terletak di bagian selatan Hong Kong, Ocean Park Hong Kong (香港海洋公園), merupakan salah satu taman hiburan terbesar dan paling tua yang masih ada di Hong Kong, didirikan pada tahun 1977 oleh Gubenur Hong Kong, Sir Murray MacLehose pada waktu itu, biaya untuk membangun taman hiburan ini adalah diperoleh dari sumbangan Royal Hong Kong Jockey Club (yang sekarang Hong Kong Jockey Club). Sebelum ada Disneyland Park, Ocean Park merupakan satu-satunya taman hiburan yang ada, dan juga merupakan tempat wisata yang pasti dikunjungi oleh turis-turis yang datang ke Hong Kong. Pada tahun 2007/2008, Ocean Park menerima pengunjung total 5.03 milion, menduduki ranking 15 dalam taman hiburan yang paling digemari didunia ini, dan jumlah pengunjung pada tahun itu telah melebihi pengunjung kepada Disneyland Park di Hong Kong.
Ocean Park terbagi jadi dua area oleh sebuah gunung, terbagi jadi area The Summit dan The Waterfront. Kedua area ini disambung oleh jalur cable car gantung yang panjangnya 1.5km, atau juga dapat disambung oleh bus dan Ocean Express Train. Ocean Park sekarang ini memiliki sekitar 35 atraksi seperti yang paling terkenal akuarium besar yang mempunyai 2,000 ikan, akuarium ikan ubur-ubur, roller coaster dan panda-panda yang disumbang oleh Mainland China. Ocean Park juga mempunyai departemen pendidikan dan juga laboraturium.
Cara Pergi:
Naik MTR dan keluar di stasiun Admiralty, keluar di Exit D menuju Bus Terminal East dan naik bus nomor 629. Jika dari Causeway Bay dan lebih dari dua orang yang pergi, sarankan naik taxi langsung ke Ocean Park, lebih dekat dan ongkos kendaraan tidak jauh beda dengan naik bus dari Admiralty.
Tips:
Sarankan mengunjungi taman ini jangan kepada waktu liburan panjang Mainland China, karena sekitar 80% pengunjung Ocean Park adalah turis dari Mainland China, waktu-waktu itu untuk menunggu satu atraksi saja bisa lebih dari satu jam. Ticket dapat dibeli lewat website Ocean Park di www.oceanpark.com.hk, pesan terdahulu ticket biar tidak perlu antri beli ticket.
Hong Kong Museum of Coastal Defence (香港海防博物館) merupakan tempat untuk mengetahui sejarah peperangan Hong Kong yang dengan informasi yang lengkap, tempat ini biasanya dikunjungi oleh anak-anak sekolah diHong Kong dan jarang dikunjungi oleh turis karena agak jauh dengan lokasi turis. Tetapi sebenarnya tempat ini bukan hanya untuk mengerti sejarah perang saja, tetapi juga mempunya pemandangan yang sangat bagus.
Museum ini berwilayah sebesar 34,200 square meter, dan diperbaharui dan direnovasi atas Lei Yue Mun Fort sudah lebih dari 100 tahun tuanya. Tempat ini memiliki posisi yang sangat strategis dalam peperangan, merupakan benteng pertahanan peperangan Inggris yang sangat penting. Pada waktu 8 Desember 1941, Jepang memerangi Hong Kong dan berhasil mengusaai New Territorist dan Kowloon, dan tempat ini lah merupakan tempat pertahaanan terakhir untuk tentara Inggris untuk mempertahaankan sisa Hong Kong Island yang belum jatuh ditangan Jepang ini. Pada tahun 1993, pemerintah Hong Kong memutuskan tempat ini menjadi Museum sejarah perangnya Hong Kong dan seluruh proses pembangunan ini menghabiskan total HK$300 milion.
Museum ini mempunya arkitektur yang sangat unik, didalam gedung utama terdiri dari banyak kamar-kamar dengan nomor-nomor dari angka satu, setiap angka merupakan urutan sejarah atau tahap sejarah Hong Kong, jadi harap kunjungi dari nomor satu dahulu dan selanjutnya. Setiap ruangan mempunyai barang-barang bersejarah seperti senjata-senjata, seragam tentara yang dipakai pada waktu itu dan lebih banyak lagi. Setelah selesai mengunjungi setiap kamar, kita bisa naik kelantai dua dan ada tempat buat anak-anak untuk bermain. Dari lantai dua, kita dapat keluar dan mengikuti pentunjuk peta yang diberikan sewaktu masuk oleh petugas dan menikmati suasana dan pemandangan daerah timur nya Hong Kong, serta melihat senjata-senjata besar sewaktu dipakai pada perang dua kedua.
Biaya masuk hanya HK$10 per orang dan setiap hari Kamis tutup, info lebih lanjut dapat dilihat di http://www.lcsd.gov.hk/CE/Museum/Coastal/en/index.php.
Cara Pergi:
Naik MTR dan turun di stasiun Shau Kei Wan, kemudian mengikuti petunjuk berjalan kira-kira 15 menit kearah Museum. Karena agak jalan kearah atas, kalau bawa anak kecil lebih baik dari stasiun MTR cari Taxi kesana.
Tips:
Didalam museum ada satu restoran, tapi harga agak mahal dan pilihan makanan tidak banyak, jadi sarankan membawa roti atau minuman dalam tas.